Kehilangan untuk Mendapatkan: Sebuah Pelajaran
Sebagai pendengar setia kegalauan dan kepedihan teman dan sahabat, bertahun-tahun saya berhadapan dengan kenyataan putus cinta yang sangat menyakitkan. Meski saya telah mendengar berbagai versi kisah putus cinta, tidak membuat saya lantas menghakimi dan terburu-buru memberi nasihat bijak. Saya meyakini, setiap kisah menyimpan keunikannya tersendiri.
Jika ada satu hal yang bisa saya syukuri, itu adalah proses belajar yang mereka dapati.
“Hubungan kami tidak bisa lanjut karena kami sama-sama keras.”
“Aku memang sakit hati, tapi aku masih beri dia kesempatan untuk datang dan minta maaf.”
“Aku tidak mau kembali. Perlakuannya begitu menyakitkan. Aku harap tidak ada lagi wanita yang akan jadi korbannya.”
“Aku masih menunggu dia kembali.”
Ungkapan-ungkapan seperti itulah yang selalu membuat saya meyakini, tidak ada yang perlu disesali dari apa yang telah terjadi.
Bahwa lewat mengalami patah hati, teman dan sahabat-sahabat saya justru semakin mengenali diri sendiri dan semakin memahami apa yang sesungguhnya mereka cari.






