2. Pribadi tiada duanya

Tak semua pria bisa sama seperti suami kita, begitu pula seorang istri juga tak bisa dibandingkan dengan perempuan lainnya. Maka, tak perlu kita saling membandingkan pasangan kita dengan pasangan orang lain. Sekali pun rumput tetangga kelihatan hijau, sebenarnya juga tak selalu sehijau yang kita pandang.

Tiap orang dilahirkan dengan keunikan yang berbeda. Jika keunikan itu dipandang dengan positif maka kita akan melihat pasangan kita sebagai sosok pribadi yang tak tertandingi tiada duanya.

Saya melihat suami saya adalah sosok yang unik dan cukup berbeda dengan kebanyakan pria lainnya. Jika pada umumnya para suami yang sukses suka semena-mena dan cenderung menampilkan kemapanannya agar citra diri tetap terpandang, namun suami saya baik sukses maupun tidak, selalu menanamkan kepada seisi rumahnya untuk tetap rendah hati dan sederhana, dan tampil apa adanya.

Apalah gunanya jika tampilan luar kita baik namun kedalaman hati kita tak seindah luarnya

3. Puas dan bangga dengan keberadaannya

Kebahagiaan dalam rumah tangga itu tak bisa terjadi dengan sendirinya jika tak ada yang mengupayakan. Bahagia itu harus diciptakan! Jika kita tak pernah puas dan bangga kepada pasangan kita, lalu bagaimana caranya kita bisa bahagia?

Sekalipun pasangan kita banyak kekurangan dan kelemahan, tak perlu kita menutup mata. Kita hanya butuh kepekaan untuk bisa menyeimbangkan diri, dan tentunya alangkah baiknya bila kita bisa menutupinya dengan kelebihan yang ada pada diri kita. Bukankah kasih menutupi segalanya?

Contohnya, ketika saya harus bekerja dan kehabisan waktu untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga, suami saya tak segan mengambil alih pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab saya. Dia rela membantu membersihkan rumah dan mengurus anak selama saya bekerja, dan saya berterimakasih untuk hal ini.

Saya pun juga bangga memiliki suami yang penuh toleransi mengurus kebutuhan masyarakat di sekitar tempat tinggal saya meskipun dia yang paling muda.

Puas atau tidak, bangga atau tidak, semuanya berpulang pada diri kita. Apakah kita mampu melihat kelebihan pasangan kita ketimbang kekurangannya? Saya juga berharap suami saya puas dan bangga kepada saya.

Baca Juga:

Pria dan Wanita ‘Jatuh’ dalam Perselingkuhan dengan Cara Berbeda. Inilah Perbedaannya

“Jika Saya Selingkuh, Saya Mati!” 3 Hal Hakiki tentang Relasi dari Janji Suci Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here