Urusan Utang Piutang adalah Privasi Bagi Sang Pemberi Utang dan Yang Menerima Pinjaman.

Media sosial menjadi tempat yang tidak asing bagi banyak netizen untuk memamerkan pencapaian, menunjukkan kesuksesan, bahkan meluapkan cercaan emosi. Bukan hanya merasa puas, paling tidak para pengguna media sosial merasa bisa menyalurkan secara bebas segala emosi mereka.

Sayangnya, menyalurkan secara bebas apa yang dirasakan seolah seperti tidak ada batasan lagi. Mana yang privasi dan mana yang layak dikonsumsi umum. Bagi saya, masalah utang piutang adalah hal pribadi antara peminjam dan yang meminjam. Meluapkan kekesalan di media sosial dengan harapan untuk diketahui banyak orang juga tidak akan menyelesaikan masalah utang itu sendiri, malah menambah banyak masalah. Kalau kita sudah terlanjur meluapkan emosi di media sosial, kita juga akan mendapatkan dampaknya, bukan hanya si peminjam.

Setiap Perbuatan Pasti Ada Konsekuensi yang Harus Kita Tanggung.

Jika kita adalah orang yang meminjam uang, bertanggungjawablah dengan apa yang sudah kita terima. Sebaliknya, sebagai peminjam uang, menagih adalah hak kita. Namun, bukankah kita bisa menagih tanpa emosi yang pada akhirnya hanya akan mempermalukan diri kita sendiri?

Saat orang yang meminjam telat membayar, kita sebagai peminjam uang terkadang menggemborkan kepada orang lain tentang kelakuan orang tersebut. Kemudian keluarlah perkataan seperti: “Kalau tidak begitu, mereka tidak jera;” “Mereka pantas dipermalukan;” “Orang sudah dipinjami kok gak tahu diri.” Sering kali ucapan-ucapan kekesalan itu yang akan keluar ketika kita mendapati si peminjam telat membayar, atau melarikan diri dari tanggung jawab.

Sebagai seorang yang meminjam uang, sadarilah bahwa selalu ada risiko yang akan kita terima. Syukur kalau yang meminjam ramah dan murah hati. Bagaimana jika orang yang meminjami bukan orang yang demikian dan kita sangat butuh uang pinjaman? Selain itu, belajarlah bertanggung jawab. Jangan sampai kita mengambil apa yang menjadi hak orang lain.

Sebagai seorang peminjam uang, kita punya hak untuk meminjamkan dan menagih. Namun, setidaknya kita tetap bisa menjaga privasi urusan utang tersebut, sehingga tidak sampai mempermalukan diri kita hanya karena luapan kekesalan.

Baca Juga:

Sangat Penting, Namun Satu Hal Ini Seringkali Terlupakan dalam Pengelolaan Keuangan Kita

Saat Kehidupan Mengajar Saya Bahwa Uang Bukan Segalanya. Pahit, Namun Ini Pengalaman yang Sangat Berharga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here