Pada masa tersebut dan beberapa tahun setelahnya, kedua kakak saya bermusuhan, demikian juga adik saya. Suasana dan situasi di keluarga begitu penuh dengan aura negatif. Kakak saya seringkali berselisih dengan kakak perempuan dan adik saya, bahkan dengan orangtua saya. Dalam keluarga, hanya saya yang dapat mereka terima dan dengar pendapatnya. Beberapa kali terjadi perkelahian, hingga saya perlu memanggil Pak RT sampai polisi untuk mendamaikan .

Sejak Papa menyerahkan kemudi kapal keluarga kepada saya, ada beban begitu berat yang saya rasakan. Setiap kali saya keluar rumah saya khawatir dan takut jika terjadi pertengkaran lagi. Saya khawatir terjadi perkelahian fisik. Saya mengkhawatirkan kondisi orangtua saya, secara psikis dan fisik. Saya harus sering menelpon orang tua di rumah untuk memastikan keadaan baik-baik saja.

Sampai suatu saat, saya disadarkan bahwa apa yang saya lalukan adalah salah. Saya tidak dapat dan tidak boleh menjadi nakhoda kapal tersebut. Sang nakhoda haruslah tetap Papa. Yang bisa saya lalukan adalah berdoa dan mendorong supaya Papa dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai nakhoda, sebagai kepala keluarga. Maka setelah itu saya bertekad untuk melepas beban tersebut, saya berdoa supaya papa saya bisa kembali berperan sebagai seorang ayah dan suami. Sejak itu hidup saya menjadi lebih ringan, karena beban itu telah saya lepaskan.  Saya mulai bisa menikmati kembali warna-warni kehidupan.

Fokuslah pada Bagian Kita

Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab tersendiri secara spesifik. Sama halnya dengan tubuh kita, mata mempunyai peran sebagai indera penglihatan, lidah sebagai indera pengecap, hidung untuk bernafas, telinga untuk mendengar dan seterusnya. Akan menjadi aneh dan kacau kalau mata ingin bisa mendengar, telinga ingin bisa bernafas.

Maka jalanilah peran itu secara bertanggung jawab. Dan tunaikan tanggung jawab itu sampai tuntas. Jalani dan nikmati semua proses yang ada. Temukan keindahan di dalamnya. Fokuslah pada bagian kita dan selebihnya biarlah itu menjadi bagian Tuhan.

Just be yourself, do your best and let GOD do the rest.

Baca Juga:

Saat Harimu Berantakan, Kamu Merasa Berada di Titik Terendah Kehidupan dan Kehilangan Harapan, Satu Pertanyaan Ini Mungkin Bisa Mengubah Keadaan

Kesal Ketika Lampu Lalu Lintas Menyala Merah? Dua Inspirasi Kehidupan dari Peristiwa Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here