Jika kita bersahabat dengan orang-orang super kaya, bisa jadi orang mengganggap kita super kaya juga, paling tidak cukup kaya. Benarkah? Tidak selalu begitu. Saat saya diundang menghadiri pernikahan anak konglomerat Indonesia, bukan berarti saya kongomerat atau orang super kaya. Saya diundang karena bersahabat dengan ortunya tanpa embel-embel kekayaan. Saya bahkan tidak bisa hadir karena ada acara lain yang membutuhkan kehadiran saya.

 

3. Pernikahan memang menyebarkan aura kebahagiaan sesederhana apa pun resepsinya

Saya sempat menyakskan cuplikan video warga kampung yang menikah pas banjir datang. Meskipun sang pengantin wanita harus menyingsingkan gaun pengantinnya, wajah kebahagiaan masih menguar dari wajahnya yang sumringah. Saya perhatikan pengantin prianya bahkan mengulum senyum. Mungkin geli melihat pasangan hidupnya seperti hendak menyeberang sungai.

Kembali ke pesta pernikahan orang super kaya Surabaya yang dilangsungkan beberapa hari lagi, baik kita  yang diundang maupun tidak, mari doakan agar hidup pernikahan mereka berbahagia. Begitu juga doa kita untuk pasangan lain, karena kebahagiaan pernikahan menentukan kualitas keluarga.

Jika setiap pernikahan berjalan dengan baik dan harmonis, Indonesia pun terkena dampaknya. Bukankah bangsa  damai sejahtera dimulai dari keluarga yang bahagia?

 

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here