Dengan mengutip ucapan Mordekai kepada Ratu Ester yang terkenal itu, Daniel Mananta berkata kepada dirinya sendiri, “Siapa tahu mungkin justru untuk saat seperti engkau bisa menjadi aktor!” Inner talk itulah yang membuat Daniel Mananta bangkit.

Perubahan dan peningkatan karier memang membawa tantangan tersendiri, bahkan menakutkan banyak orang. Namun, tanpa berani mendaki gunung terjal, sampai kapan pun kita tidak akan pernah sampai ke puncak dan menikmati terbitnya matahari kesuksesan.

Baca Juga: Sebelum Nonton Film “A Man Called Ahok”, Ingat Kembali Ucapan Ahok yang Satu per Satu Jadi Kenyataan Ini!

 

3. Saat api tekad sudah menyala, kipas semangat dan kesediaan untuk berkeringatlah yang membuat hasrat itu makin membara

Setelah berhasil mengenyahkan raksasa intimidasi, Daniel Mananta bekerja keras membuktikan bahwa dia mampu dan dapat diandalkan. Dia mulai bekerja keras mempelajari sosok dan karakter Ahok. Bersama produser, crew dan pemain lain, Daniel mengunjungi Ahok di penjara. “Sebenarnya kami ingin memberikan semangat kepadanya, namun justru kamilah yang dibangkitkan semangatnya oleh Ahok,” ujar Daniel.

Kunjungan itu diakhiri dengan doa yang Ahok pimpin. Didoakan oleh orang yang dia perankan membuat Daniel semakin sungguh-sungguh menjalankan amanat yang disematkan di pundaknya.

Di hadapan orang yang mendengarkan kesaksiannya, Daniel berharap agar film “A Man Called Ahok” bisa menjadi terang dan menerangi Indonesia yang diserang oleh berbagai unsur kegelapan. Saya bersama keluarga dan sahabat yang nobar bareng merasakan bahwa semangat Ahok untuk menjadi orang yang berintegritas—berapa pun harganya—ikut membakar hati kami. Apakah Anda yang sudah menyaksikan film ini merasakan hal yang sama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here