Kedua,
Karine sungguh-sungguh melepaskan diri dari penyakit yang justru banyak diderita orang ‘normal’ lainnya, yaitu mengeluh.

Begitu besarnya keyakinannya bahwa Tuhan tetap baik dan mencintainya sehingga dia tidak menyimpan akar kepahitan. Sebaliknya, dia justru memancarkan keharuman Tuhan melalui kematangan jiwanya.






