Bagi saya pribadi, dan saya harap menginspirasi Anda juga, inilah tiga pelajaran utama yang saya serap dari pendar-pendar cinta mereka yang tak pernah pudar.
Pertama,
Edmilson benar-benar menghayati dan menjalani apa yang Nabi Samuel dapatkan dari Tuhan:
“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Saya rasa Edmilson benar-benar memahami hati Tuhan dalam memilih pasangan hidup.
Dari foto kemesraan mereka, Edmilson sanggup melihat ke dalam hati Karine sehingga bisa menerima kekasihnya itu apa adanya. Saya tidak mengatakan bahwa dia mengabaikan atau pura-pura tidak melihat kelainan kulit Karine. Tidak. Luka dan bekas luka akibat depigmentasi yang seganas itu tidak mungkin tidak kelihatan. Namun,

Edmilson melihat jauh melampaui apa yang dia lihat secara kasat mata. Dia melihat apa yang tidak semua pria lihat. Cinta Karine kepadanya.






