Suami dan istri adalah dua pribadi yang berbeda. Masing-masing pasti memiliki cara hidup yang berbeda karena latar belakang yang tidak sama. Perbedaan ini, sekecil apa pun, bisa menjadi masalah.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Persamaan atau Perbedaan, 5 Hal Ini yang Sesungguhnya Dibutuhkan untuk Mempertahankan Sebuah Pernikahan

 

Usia pernikahan saya baru menginjak 3 bulan. Orang bilang kami masih ‘bau manten’. Yang lain mengatakan, “Tiga bulan? Ah masih indah-indahnya”. Pada realitanya tidaklah demikian. Walau pernikahan kami baru seumur jagung, kami sudah sering kali menjumpai masalah. Click To Tweet Untungnya, jika masalah datang, kami bisa sesegera mungkin mencari jalan keluar yang terbaik.

Kami sepakat untuk bisa selalu bersama mencari jalan keluar untuk menghadapi permasalahan kami; termasuk mencari bantuan dari pihak lain jika memang terpaksa. Hal ini tak mudah sebab ada kecenderungan pasangan suami-istri enggan mencari bantuan dari luar ketika menyelesaikan masalahnya, sehingga akhinya masalah itu berkembang menjadi begitu serius.

Baca Juga: Yeobo dan Yabojo: Karena Mempertahankan Cinta Jauh Lebih Sulit daripada Mendapatkannya

Lambat laun masalah itu pun menumpuk sampai akhirnya tak bisa dikendalikan lagi. Biasanya, pada titik kritis ini barulah mereka sadar akan pentingnya melibatkan orang lain.

Inilah beberapa penyebab mengapa seseorang enggan meminta bantuan orang lain terkait masalah rumah tangganya:

1. Budaya Ketimuran

Budaya kita sebagai orang Indonesia adalah budaya yang diliputi rasa malu atau sungkan. Sebab itulah kita cenderung menutup diri mengenai persoalan kita. Banyak orang beranggapan bahwa adalah tidak baik menceritakan masalah rumah tangga kepada orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here