Ayo Kita Bicarakan
Meskipun belum tentu yang terbesar, salah satu dari masalah batal menikah ini adalah komunikasi atau cara berkomunisasi yang buruk. Saya pernah ditelepon seorang calon istri sehari menjelang pernikahan. Dia ingin membatalkan pernikahannya karena dia melihat masa depan yang suram.
“Di samping beda suku, kami pun punya prinsip yang beda jauh,” ujar calon mempelai ini sambil menangis.
Lewat saluran telepon jarak jauh, dia terus mengeluhkan pasangannya yang take it for granted terhadap apa pun, sedangkan dia tipe wanita yang well prepare. Saya butuh waktu yang lama dan tenaga ekstra untuk mendengarkan, sekaligus berusaha mencegahnya. At the end, mereka mengurungkan niatnya untuk batal menikah. Kini mereka hidup berbahagia. Kalau ingat masa itu, mereka selalu berkata, “Beruntung masih ada yang mau mendengarkan kami.”
Saya katakan, “Beruntung kalian masih bisa dinasihati.”
Jadi, jika ada masalah sebelum pernikahan, tolong ambil jeda sejenak untuk berpikir. Setelah itu ambil waktu untuk berdiskusi dan mengompromikan apa yang sebetulnya masih bisa dinegosiasikan. Meskipun begitu, lebih baik batal menikah ketimbang terlanjur menikah dan cerai kemudian.
- Xavier Quentin Pranata, berdomisili di instagram @xavier_qp






