Di saat pandemi ini, kehadiran menjadi sesuatu yang sangat mewah. Mengapa? Karena orang takut menularkan atau tertular virus Covid-19 yang katanya telah bermutasi dan lebih gampang menular! Inggris sudah membuktikannya. “Saya bukan takut tertular oleh Pak Xavier, tetapi saya justru takut sayalah yang menulari Bapak,” ujar seorang dokter gigi.

Gadis ini benar. Siapa tahu dia yang OTG. Siapa pun bisa tertular atau menularkan virus. Namun, kehadiran sungguh kita rindukan. Itu sebabnya kehadiran vaksin sungguh kita nantikan.

Sejak pulang dari Jepang awal tahun ini, saya tidak lagi berani keluar negeri. Keluar kota pun baru sekali saya lakukan. Itu pun pakai kendaraan pribadi dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Saya bahkan melakukan swab sebelum berangkat. Undangan bicara di luar kota—apalagi luar negeri—terpaksa ditunda. Meskipun ada hambatan karena tidak bisa hadir secara fisik, saya bisa ‘hadir’ dalam bentuk lain. Lewat zoom saya masih bisa bicara kepada audience baik di Amerika, Australia maupun Jepang. 

Saya merenungkan Natal dan Tahun Baru tahun ini, saya merasakan bahwa kita justru merasa paling kehilangan saat orang-orang yang kita kasihi tidak lagi bersama kita—baik sementara maupun selamanya. Saat anak bungsu saya tidak bisa kuliah tatap muka karena pandemi, saya bisa mengucap syukur karena masih bisa berkumpul dengannya lebih lama lagi. Saya pun tidak perlu mengantarnya, membayar uang apartemen dan biaya ekstra lainnya saat dia tinggal jauh dari kami. Satu hal yang membuat saya happy adalah bisa ikut kuliah bersamanya. Saya ikut mendengarkan saat kuliah berlangsung. Tentu saja saat video mode dimatikan. Kalau ‘nyala’, dosennya bisa bingung karena melihat ada mahasiswa yang jauh lebih tua ketimbang dirinya. Wkwkwk.

Lewat Natal kali ini—baik kita yang merasakannya secara daring atau luring—mari kita hargai KEBERSAMAAN kita. Kebersamaan itulah yang membuat kita tetap kuat dan mempunyai harapan bahwa hari esok lebih baik dari hari ini. Itulah doa yang selalu saya panjatkan. Biarlah tahun baru nanti benar-benar membawa pembaharuan bukan hanya lingkungan, tetapi hati nurani yang semakin peka terhadap KEHADIRAN Tuhan setiap hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here