Kedua, mencintai seorang apa adanya seringkali melukai diri kita sendiri

Gang-tae mengalami luka ganda baik fisik maupun hati. Luka fisik di alami saat telapak tangannya terluka oleh tusukan benda tajam yang diayunkan Moon-young ke orang yang mengganggunya. Kayaknya bagian ini dipengaruhi oleh mitologi Yunani. Dalam kisah klasik itu, Psyche digambarkan sebagai perempuan yang begitu cantik dan mengalakan dewi cinta Afrodit. Karena iri akan kecantikannya, dia menyuruh anaknya Eros untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada pria jelek. Ternyata anak panahnya menggores dirinya sendiri sehingga Eros yang dikenal juga dengan Cupid jatuh cinta kepada Psyche.

Luka hatinya jauh lebih parah ketimbang luka fisik. Saat mengetahui bahwa ibu Moon-younglah yang membunuh ibunya, hatinya seakan dirobek-robek. Namun, cinta mengalahkan segalanya. Dia membiarkan dirinya terluka karena tahu gadis yang dicintainya juga mengalami luka mengangga yang menimbulkan trauma dan mimpi buruk. Dengan kegigihannya, terutama mengalahkan kemunafikannya sendiri, Gang-tae terus menerus berusaha menyembuhkan luka Moon-young.

Di sisi lain, Moon-young, juga mengalami pergumulan batin yang berat sekali karena mencintai Gang-tae. Begitu besar cintanya kepada Gang-tae sehingga dia memilih untuk mengusir pujaan hatinya ini dari rumah, karena sang ibu mengancam hendak membunuh siapa saja yang dekat dengannya. Mulutnya dengan tegar mengusir Gang-tae dan Sang-tae dari rumahnya, namun hatinya bergetar oleh cinta yang tak tertahankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here