Bahasa kasih berupa kata-kata afirmatif dan pujian

“Karena bekerja di rumah, saya mau tidak mau dekat dengan mama mertua. Saya sekarang tahu bahwa bahasa kasih mama adalah pujian. Selama ini saya tidak tahu atau bodoh, Pak Xavier,” kisahnya berlanjut.

“Biasanya saya menikmati masakan Mama yang jujur saja enak begitu saja. Tanpa apresiasi. Tanpa say Thank You. Saya benar-benar take it for granted,” suara ibu itu kembali bercampur isakan.

“Sekarang saya bisa dengan tulus berkata, ‘Ma, Thank you. Masakan mama memang haujek,’” kata ibu muda itu dengan penuh semangat. 

“Saya melihat mata mama berkilau. Ada senyuman, meskipun tipis, menghias bibirnya. Sejak saat itu saya selalu memuji penampilannya yang memang tetap cantik di usia lanjut dan masakannya yang tak terkalahkan. Sejak Work From Home, saya justru keranjingan belajar masak darinya. Suami dan anak-anak happy luar biasa karena at last istri dan mama mereka bisa memasak,” ujar Ibu itu mengakhiri kisahnya.

Saya percaya, ibu muda itu—dan juga kita semua—bisa mendapatkan mutiara gemerlap di tengah lautan ‘Corona’ yang gelap ini. Namun, yang jauh lebih penting bukan hanya terinspirasi, tetapi bisa mengambil hikmatnya untuk melakukan aksi. The time is now! 

Saya rindu mendengar transformasi positif yang terjadi dalam hidup Anda dan keluarga. DM saya di akun IG saya, ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here