2. Jatuh Cinta Berjuta Rasanya

Jika Anda pernah jatuh cinta, pasti Anda tahu kebenaran istilah di atas. Mulai dari rasa deg-deg-an waktu gebetan mengirimkan WA duluan. Perut yang mendadak terasa mulas ketika gebetan tiba-tiba ‘nembak’. Lalu rasa semu-semu panas di wajah ketika gebetan menunjukkan perhatian lebih kepada kita. Berjuta rasanya!

Namun, apa yang lebih berjuta rasanya? Ya, ketika si dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar ketika lagi sayang-sayangnya. Sedih, marah, kecewa, gelisah, gundah, bingung, kesal … silakan diteruskan sendiri …

Suka tak suka, setiap hubungan memiliki awal dan suatu saat memiliki akhir. Ada yang berakhir lebih cepat dari yang kita harapkan, membuat kita patah hati dan bertanya-tanya: Lantas mengapa harus berjumpa jika harus berakhir dengan perpisahan?

Sebelum putus asa dan kapok jatuh cinta, sebaiknya Anda renungkan satu hal ini … Suatu perjumpaan memiliki arti yang sama pentingnya dengan perpisahan. Perpisahan dengan orang yang satu, berarti awal perjumpaan dengan orang yang lain. Perpisahan tak melulu berarti akhir dari segalanya, tetapi bisa menjadi awal peluang bagi Anda memulai kembali segalanya. Ya, Anda berkesempatan menjadi orang baru yang lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih lihai dalam cinta.

Jadi, jangan pernah ragu untuk merasakan jatuh cinta dan menikmati sensasinya yang berjuta rasanya. Terkecuali bagi Anda yang sudah berpasangan ya. Bagi yang sudah punya suami atau istri, tetaplah jatuh cinta pada pasangan Anda sendiri, jangan pada pasangan orang lain.

Fakta cinta kedua:

Jangan pernah takut jatuh cinta, sekalipun Anda pernah merasakan sakitnya ditolak atau patah hati setelah ditinggalkan cinta. Karena, jika Anda menutup diri, Anda menutup peluang Anda untuk menemukan cinta dari pasangan yang terbaik bagi Anda. Setelah menikah, sebisa mungkin tetaplah pupuk cinta dengan pasangan, sehingga Anda dan pasangan senantiasa merasa jatuh cinta yang berjuta rasanya!! (Please trust me on this one).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here