Rasanya saya ingin menghela nafas panjang-panjang.

Saya juga adalah produk pendidikan generasi tua dengan disiplin yang luar biasa keras. Beberapa tahun saya sempat tinggal bersama nenek. Meskipun saya juga didorong untuk selalu berusaha mendapatkan nilai yang baik dan unggul di sekolah, orang tua dan keluarga tidak sebegitu menuntut apalagi memberi hukuman jika saya mendapat nilai kurang baik di sekolah.

Saya sendiri juga pernah berada di posisi penuh ambisi, harus mendapatkan nilai terbaik, harus menjadi yang pertama. Namun, kegagalan demi kegagalan membuat saya belajar untuk menerima kenyataan dan menghadapi kekecewaan dan kekalahan dengan sehat.

Saya berusaha memahami apa yang menjadi perjuangan baik murid-murid saya maupun orang tua mereka. Murid-murid saya tidak sepenuhnya salah. Berusaha belajar sebaik mungkin dan mendapatkan nilai terbaik, tidak ada yang salah dengan itu, bukan? Orang tua juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Mendorong anak berprestasi di sekolah, rasanya adalah naluri setiap orang tua.

Mentalitas untuk mengejar kesempurnaan dan keunggulan mungkin adalah sebuah kebaikan. Akan tetapi,

jika karena kegagalan untuk menjadi sempurna dan unggul membuat seorang anak putus asa, emosi, lalu menyerah, masih tersisakah nilai kebaikannya?

Orang tua dan anak harus sama-sama belajar untuk saling menerima keadaan masing-masing. Terlebih, orang tua yang seharusnya jauh lebih berpengalaman dan dewasa.

Usaha anak untuk menjadi sempurna dan unggul tentu layak mendapat acungan jempol.

Namun,

usaha terbaik mereka, meskipun tidak sempurna, tetap patut mendapat pujian dan apresiasi dari orang tua.

Ketika anak harus mengalami kegagalan, rangkullah mereka. Selalulah berada di sisi mereka, bukannya malah menghukum dan menghakimi mereka.

Baca Juga: Pernah Menjadi Anak yang Tidak Naik Kelas, Saya Belajar Bagaimana Menghadapi Kegagalan Anak dari Orang Tua

Ajarkan kepada anak-anak bahwa kegagalan adalah kenyataan yang suatu kali memang harus mereka hadapi. Dukung mereka dalam proses untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri tanpa membebani dan membuat mereka merasa terhakimi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here