Saya amati, fenomena ini bukan hanya dilakukan oleh turis lokal (Indonesia), tetapi juga oleh turis mancanegara. Banyak orang tua yang juga membiarkan anak-anak mereka mengambil makanan semaunya dan membiarkan mereka menyisakan makanan dalam jumlah banyak juga, tanpa merasa perlu menegur atau mendidik anak-anak mereka.
Saya jadi bertanya-tanya,
apakah mereka tidak sadar bahwa banyak orang di sekitar mereka yang untuk sekadar bisa makan saja harus mengais di tempat sampah?
Apakah belajar mencukupkan diri, makan seperlunya, adalah hal yang sedemikian sulitnya?
Baca Juga: Karena di dalam Kehidupan, Sekecil Apa pun Halnya, Semua Pemberian
Saya pikir, seharusnya semua orang bisa melakukannya. Baik anak-anak, terlebih kita yang sudah dewasa.
Sejak kecil, orang tua mendidik saya untuk mengambil makanan secukupnya. Kalau kurang, baru tambah. Mereka juga selalu menekankan pentingnya menghabiskan makanan.
Karena tidak semua orang cukup beruntung untuk bisa menikmati makan seperti kita.
Prinsip-prinsip itu kemudian saya ajarkan juga kepada anak-anak saya. Saya berharap mereka kelak juga mengajarkan hal yang sama kepada anak-anak mereka.
Baca Juga: Tidak Miskin, tapi kok Rasanya Kurang, ya? 3 Hal Ini Dapat Membantu saat Kita Merasa Kekurangan
Sesungguhnya, hanya kemauan yang diperlukan untuk belajar mencukupkan diri.
Ingatlah, Tuhan juga mengajar kita untuk mencukupkan diri dengan apa yang Ia beri, serta mensyukuri apa pun keadaan kita dari hari ke hari.






