Tuhan menginginkan pernikahan hanya sekali seumur hidup hingga maut memisahkan, karena memang itulah yang terbaik. Seharusnya ketika pernikahan bermasalah, dibenahi bersama. Bukannya bercerai dan mencari pasangan baru. Sekarang saya paham, tapi nasi sudah jadi bubur.
Pernikahan kedua dan seterusnya itu berbeda, Bu … apalagi menikah dengan duda. Masing-masing punya kepentingan sendiri. Dia lebih memprioritaskan anaknya. Sedangkan anak-anak saya, kan, bukan anaknya. Mana mau dia peduli? Saya kapok, tidak mau menikah lagi. Keinginan saya hanya menebus dosa pada Rian dan Randy, adiknya. Apalagi saat ini Randy masih dalam pemulihan ketergantungan obat. Terlalu banyak luka-luka mereka karena keegoisan saya. Hidup saya sekarang hanya untuk melayani anak, menantu, cucu, dan Tuhan,” tutur Meta menutup perjumpaan kami.
Kebaikan Tuhan selalu tersedia bagi setiap kita
Penyesalan selalu datang terlambat. Akan tetapi, Tuhan baik. Rian mendapatkan istri berhati mulia dan mereka mengasihi Meta. Usaha Rian pun berkembang, sehingga dapat membiayai pengobatan Randy.
Setelah pertemuan tak terduga itu, saya bergegas meneruskan perjalanan. Sinar bulan di kegelapan malam seolah menjanjikan harapan. Pemandangan itu membisikkan suatu pesan ke dalam hati saya. Sepekat apa pun hidup seseorang, asalkan dia mau bertobat, Tuhan selalu memberikan second chance. Kesempatan kedua.
Semoga hidupmu bahagia, Meta.
Baca Juga:
Salah Menikah, Pernikahan Menjadi ‘Neraka’ di Dunia. Sebuah Kisah Nyata






