2. Kita harus belajar mengasihi diri sendiri sebelum mengasihi pasangan

Mengasihi diri sendiri tentunya tidak salah. Kita harus memberikan apresiasi untuk kesejahteraan emosi dan jiwa. Namun, terkadang sikap mengasihi diri sendiri berkembang biak begitu liar dan menutupi tugas utama kita dalam pernikahan, yaitu membagikan kasih bagi pasangan.

Ego harus dirampingkan, dan berusaha memahami apa yang bisa membuat pasangan bisa berbahagia. Mudah? Jelas tidak. Jika mudah dan praktis, itu bukan rumah tangga, melainkan rumah makan. Hanya datang untuk menikmati tanpa perlu repot apa-apa lagi.

3. Suami-Istri yang kehilangan kasih di dalam perjalanan pernikahan adalah hal yang wajar dan biasa

Nah, ini adalah makanan sehari-hari pasangan yang kerap berselisih dalam jangka waktu panjang. Aneka pertempuran adu argumen yang melelahkan itu membuat mereka ilfeel alias hilang feeling.

Yang menarik, Karol Ladd berkata bahwa kasih yang hilang adalah sebuah kesalahan yang seolah dibenarkan.

Yang sedang terjadi adalah suami-istri berhenti berusaha mengasihi. Berhenti berusaha untuk bersahabat, bahkan berkompromi. Tentu saja saya juga cukup tertampar dengan pernyataan ini, sebelum manggut-manggut setuju.

Mari memperbaiki pandangan yang salah, dan mulai kembali mengokohkan relasi dalam pernikahan. Sungguh tidak mudah, tetapi sangat layak untuk diupayakan.

Selamat membangun cinta sejati bersama pasangan.

Baca Juga:

Daripada Berpikir untuk Mengganti Pasangan, 5 Seni Merawat Relasi Ini Bakal Mengubah Pernikahanmu

Cinta Bukan Segalanya. 3 Hal yang Tak Dapat Cinta Lakukan dalam Sebuah Relasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here