Membicarakan hal ini, saya berpikir mengapa selalu ada pembedaan. Tidak bisakah setiap anak diperlakukan sama agar dia tidak mengalami luka?
Namun sebuah kalimat mengusik saya saat pertama kali saya terjun ke dalam dunia pendidikan. Saya teringat mentor saya berkata, “Setiap anak diciptakan unik dan berbeda oleh karenanya mereka tidak bisa dibentuk di dalam takaran yang sama.”
Adil tidak selalu sama. Adil tidak berarti kita selalu memberi porsi yang sama. Kisah penciptaan mengingatkan kita bahwa manusia diciptakan berbeda satu sama lain; bahkan “anak kembar” sekalipun pasti ada bedanya. Bila kita tidak diciptakan secara masal, mengapa manusia menginginkan untuk menerima perlakuan yang sama terus?
Rae Pica, seorang spesialis dan konsultan pendidikan berkata : “If we accept that no two snowflakes are alike, why wouldn’t we accept that no two children – even of the same gender and age – are alike?”
Lalu apakah membeda-bedakan anak itu diperbolehkan? Apakah kita juga perlu memperlakukan anak-anak kandung kita sendiri berbeda satu dengan lainnya? Apakah memperlakukan anak yang satu berbeda dari anak yang lainnya itu termasuk pilih kasih? Dan apakah pilih kasih diperbolehkan?
Lakukan Pilih Kasih dengan Mengingat 3 Hal Ini
1. Waktu yang tepat sesuai kebutuhan
Bila kita membesarkan lebih dari satu anak, tentu saja kita tidak bisa memberikan waktu yang sama persis untuk setiap anak. Yang bisa kita lakukan adalah menyediakan waktu berkualitas bagi setiap anak. Ada anak yang butuh hanya lima menit, yang lain mungkin perlu setengah jam bersama dengan orangtuanya.
2. Kasih itu bersifat pribadi bukan massal
Kita harus memahami bahwa memberi perhatian atau menunjukkan afeksi kepada orang yang kita sayangi harus dilakukan secara pribadi, termasuk kepada anak-anak kita. Kepedulian masal itu ibaratnya sebuah aksi sosial, sedangkan kepedulian yang pribadi menyebabkan seseorang merasa spesial. Kasih yang bersifat pribadi itu akan mewujud dalam perilaku yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan anak.
3. Porsi yang disesuaikan dengan ukuran
Adik saya yang bungsu pernah berkata, “Aku ini terbeban setiap kali ada pernyataan bahwa aku anak yang paling disayangi. Mereka tidak tahu bahwa pernyataan itu sebenarnya adalah tuntutan bahwa aku harus memberi lebih terhadap mereka.”
Pilih kasih yang kita berikan ternyata dapat menimbulkan respon yang berbeda, tak melulu negatif. Apapun itu, berikan porsi yang berbeda untuk setiap anak yang disesuaikan dengan kemampuan mereka menerima mereka masing-masing.
Baca Juga:
Bingung Memilih Sekolah Anak? Sebagai Guru, Saya Menyarankan Orangtua Mempertimbangkan 6 Hal Ini






