2. Mengarahkan Semua Sumber Daya Kita ke Masa Depan

Orang secerdas Ahok pasti mengerti bahwa meratapi masa lalu tidak ada gunanya. Masa lalu toh tidak bisa diulang. Energi yang sama bisa dipakai untuk mengarahkan diri ke depan.

Saya percaya selama di penjara, Ahok pasti melakukan bukan saja introspeksi diri, melainkan usaha terus-menerus untuk memperbaiki diri agar bisa tampil kembali ke publik dengan segala sesuatu yang jauh lebih baik. Jika penjahat kecil ‘belajar’ atau lebih tepatnya ‘diajar’ oleh para penjahat besar sehingga setelah bebas justru melakkan kejahatan dalam skala yang lebih besar, saya percaya, Ahok muncul kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

Dari cerita dan pengamatan orang-orang yang pernah mengunjunginya di penjara, Ahok belajar untuk mengendalikan diri sehingga ucapannya yang dulu kasar menjadi lebih halus.

3. Berpikir, Bersikap, Bertindak dan Berkata-Kata Positif untuk Menggapai Impian yang Tertunda

Dari orang-orang yang berkunjung ke Mako Brimob tempat Ahok ditahan, mereka melihat ada perubahan dalam diri Ahok, terutama cara bicara. Bukan gaya bicara. Ahok terkesan jadi lebih lembut. Bukankah selama ini Ahok dikenal karena perkataannya yang pedas sehingga dianggap kurang sopan dan santun.

Yang membela mengatakan begini, “Kalau dihalusin nggak bisa ya kadang-kadang perlu dikasarin biar sadar.” Dunia politik ternyata menempa Ahok untuk terus belajar. Komunikasi politik tidak bisa terus-menerus memakai kata yang menurutnya tegas bisa kasar menurut orang lain.

Apa impian Ahok yang tertunda? Baik dari biografi maupun film “A Man Called Ahok”, bagian yang patriotik sekaligus menyentuh hati adalah saat sang ayah menganjurkan anaknya untuk terjun ke dunia politik agar bisa membantu rakyat banyak. Impiannya tercapai saat menjadi bupati, wakil gubernur dan kemudian gubernur.

Langkahnya terjegal oleh ucapannya yang dipelintir dan dipotong sehingga dianyatakan bersalah dan masuk bui. Apakah Ahok berhenti sampai di sini? Menurut saya—sekali lagi analisa saya—pasti tidak. Jiwa patriotik dan pantang menyerah dari dirinya membuatnya terus maju. Ahok merasa bisa berbuat lebih banyak lagi bagi tanah air tercinta kalau dia bisa menjabat lagi, entah di posisi mana.

Tawaran kerja di luar negeri yang cukup banyak saya kira tidak bisa menghalangi api yang tak kunjung padam di dalam dadanya untuk mensejahterakan negara ini. Kita tunggu saja!

Baca Juga:

Call Me BTP, Not Ahok. 3 Makna yang Terungkap di Balik Perubahan Ini

Ahok Menikah Lagi, Kok Pada Heboh, Sih? Saya Mendapati 3 Hal di Balik Kehebohan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here