2. Mereka sepakat bahwa perbedaan politik tidak akan mengganggu urusan rumah tangga mereka
Saya perhatikan bahwa mereka jarang sekali membicarakan situasi dan kondisi politik di tanah air. Mereka lebih sering membicarakan pekerjaan dan rumah tangga mereka.
“Siapa pun yang terpilih kayaknya tidak terlalu berpengaruh bagi rumah tangga kami,” ujar mereka hampir serempak.
Pernyataan mereka bukan berarti mereka golput. “Kami akan tetap mencoblos sesuai hati nurani dan pilihan kami masing-masing. Bisa jadi pilihan kami tertukar di bilik suara,” ujar sang suami yang disambut tawa oleh sang istri maupun saya.
3. Mereka sepakat untuk lebih mengutamakan kesamaan ketimbang perbedaan di antara mereka
Apa kesamaan mereka? Banyak! Mereka sama-sama suka nonton. Mereka pun sama-sama dermawan. Mereka rela bekerja keras untuk membantu anak-anak yang kurang mampu dengan menyediakan beasiswa. Daripada bertengkar karena perbedaan pandangan politik, bukankah jauh lebih baik jika saling bahu membahu mengentaskan kemiskinan dan persoalan bangsa lainnya.
Saya bangga punya teman seperti mereka, yaitu pasutri ‘cebong’ dan ‘Kampret’ yang hidup damai.
Selamat Natal bagi yang merayakannya!
Selamat Natal, ‘Cebong’.
Selamat Natal ‘Kampret’.
Damai di surga. Damai di bumi.
Baca Juga:
Pendukung Jokowi dan Prabowo Harus Nonton Aquaman. Ini 3 Alasannya [spoiler alert]






