Bukankah kedekatan mereka selama menjabat bisa dijadikan peluru untuk menyerang Jokowi bahwa kebebasan Ahok ada campur tangan RI 1? Warga yang kritis tentu menepis prasangka semacam ini. Karena sejak Ahok menjalani sidang demi sidang, bukankah Jokowi tidak pernah turun tangan?

 

2. Dukungan semangat

Dari berbagai kalangan yang pernah berkunjung ke tempat Ahok ditahan, saya bisa ‘membaca’ aura ini. Mereka bilang bahwa tujuan mereka datang adalah untuk memberikan penghiburan bagi Ahok sebagai orang yang terpenjara. Namun, rata-rata mereka berkata atau menulis di media sosial, justru merekalah yang merasa dikuatkan.

“Badan Ahok justru terlihat kekar. Setegar hatinya,” begitu tulis seseorang yang mengunjunginya.

 

3. Dukungan doa

Sebagai orang yang suka membaca Alkitab, saya percaya Ahok juga rajin berdoa.

Dukungan senyap ini, menurut saya, justru yang paling dahsyat. Karena mengundang kuasa Tuhan yang memang luar biasa.

Sebagai orang yang cinta tanah air, Ahok tentu menginginkan Indonesia segera lepas landas menjadi negara maju. Sebagai orang yang bergandengan tangan, bahu membahu, membangun Jakarta bersama Jokowi, dia menginginkan hal yang sama agar Indonesia semakin jaya.

 

Apa benar Ahok ingin diangkat jadi menteri atau cawapres? Share on X

 

Siapa yang tahu? Tidak ada konfirmasi yang keluar dari mulutnya. Paling tidak sejauh yang saya ketahui sampai saya mengetik tulisan ini.

Namun, sebagai putra bangsa, saya percaya jabatan apa pun yang diembankan kepadanya, Ahok pasti tidak akan menolak. Buktinya, dia pernah sebagai bupati, wakil gubernur dan kemudian gubernur.

Obrolan orang tentang Ahok tampaknya selalu ramai baik yang langsung maupun di media sosial. Sosoknya memang fenomenal. Bahkan ketika saya berada di luar pulau, dalam perjalanan dari bandara menuju hotel, sopir yang membawa kendaraan berkata, “Jika rakyat DKI tidak mau, kami yang di daerah mau dipimpin oleh beliau.”

Di media sosial lebih ramai lagi. Ada yang mengusulkan agar Ahok diangkat jadi menteri dalam negeri saja, bahkan ada yang berharap dia jadi ketua KPK.

Bagaimana dengan cawapres? Menurut saya masih jauh sekali.

Mengapa?

Jika di DKI saja dia sudah mengalami resistensi sebesar itu, apalagi untuk memimpin wilayah sebesar Indonesia, walaupun bukan di posisi nomor 1. Apalagi Ahok saat ini tidak mempunyai back up partai seperti dulu. Basis massa, sih, ada, tetapi apa bisa melawan resistensi yang begitu masif dan terorganisir?

Jadi, kalaupun keinginan itu ada, saya percaya Ahok bisa belajar dari pengalaman dan mengukur diri sendiri. Yang penting, dia sudah berhasil menjaga integritasnya sebagai pemimpin yang transparan dengan rekam jejak baik dan dibuktikan dengan kemajuan DKI di bawah kepemimpinannya baik bersama Jokowi maupun Djarot.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here