Beberapa detik mata kami berpandangan. Another bad boy? Awalnya menolak pendapat itu tapi ternyata memang demikianlah adanya. Tanpa sengaja pilihan ibu bertahun lalu terulang oleh anaknya. Sederet lelaki yang pernah ku cintai juga merekam data diri nya di catatan kriminal walau tak seberat ayah. Suami  ibu bukanlah lelaki tanpa rekam jejak kriminal sebelum menusuk pelaku pembakar toko dimana mereka tinggal setelah menikah secara negara.  Semua diakui ibu jauh sebelum rekaman video ayah diputar sebagai pengganti surat wasiat yang seharusnya dibacakan pengacara.

Sehari setelah jenazah ayah sudah ditempatkan dalam guci, pengacara mengundang ke kantornya untuk membacakan surat wasiat. Mengherankan, karena sejauh yang kami tahu, harta satu-satunya ayah sudah dihabis terbakar saat kerusuhan Mei. Pengacara tidak banyak menjelaskan, hanya memberi kode agar kami menyimak tayangan dari layar kaca.

Hitamnya layar kemudian mulai berganti dengan raut ayah dengan kepala tegak bersandar di dinding berwarna merah. Sepertinya video itu diambil di salah satu ruangan Klenteng yang dipakai ayah sebagai tempat mengabdi sekaligus bernaung. Sebuah kaul yang kata ibu diniatkan ayah saat masih bergelung di sel pengap di sebuah pulau. Kaul itu diketahui ibu beberapa hari setelah ayah muncul di pintu apartemen tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Kaul tersebut sungguh menyejukan hati. Opsi untuk keluar dari apartemen yang ku beli dengan menggali dalam-dalam tabungan, sudah muncul saat ayah pertama kali memasuki kamar ibu. Kata paman, menghormati orangtua adalah berkat utama, tapi dengan menghindari ayah maka itu caraku menghormati pilihan ibu yang menerimanya kembali. 

“Hari ini tepat setahun melayani umat di klenteng, dan sepertinya sudah waktunya video ini dibuat.  Marlin, terima kasih atas pengorbananmu bertahun-tahun. Semoga di kehidupan mendatang, saya bisa membayarnya. Oya jika video   ini sudah kalian lihat, tentunya surat perceraian otomatis sudah dikeluarkan para dewa untuk kita. Jadi tolong mulailah memikirkan  pinangan pak Hatta. Aku tahu kalian saling mencintai apalagi ada Brandon menjadi benang merah kalian.”

Helaan berat serta dalam terdengar menutup perkataan ayah yang diselingi beberapa kali batuk kering. Jika dua tahun lalu video ini dibuat maka benarlah batuk nya akibat paru-paru basah yang diagnosanya ditegakkan setelah berhasil menyeret ayah ke rumah sakit. 

“Tata, ayah tahu bahwa dirimu belum bisa memaafkan ayah. Mungkin setelah ayah pergi selamanya, dirimu akan memberikan maaf tersebut. Ayah sudah meninggalkanmu sebelum dirimu lahir, tapi terima kasih karena memperbolehkan kita bertemu sebelum ayah bernaung di klenteng. Semoga  sebelum nafas ayah berahkir, diijinkan mengusap wajah melihat wajah cantik buah hati satu-satunya.”

“Ayah tidak bisa banyak membagi peninggalan. Hanya ada sepetak tanah di luar kota yang akan ditunjukan detailnya oleh pengacara, dan segera beralih kepemilikan atas nama Tata. Sejumlah uang di deposito akan dilimpahkan pada klenteng untuk renovasi, juga ke vihara dimana pamanmu berada. Sekiranya dengan semua ini bisa menjadi bekal ayah menghadap dewa.  Sekali lagi mohon maaf karena baru bisa menjadi lelaki tapi alpha menjadi ayah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here