Tak jarang rekaman yang dibuat selama masa berpacaran ini dijadikan senjata untuk terus memaksakan kehendak pada perempuan. Jika perempuan ingin putus hubungan, misalnya, si laki-laki mengancam akan membocorkan rekaman hubungan intim mereka. Sering kali juga tindakan ini diikuti dengan pemerasan secara keuangan.
Lagi-lagi, pihak perempuan yang lebih sering berada di posisi yang lemah dalam situasi seperti ini.
3. Keuntungan Materi
Ya, demi mendapatkan lebih banyak uang lewat video hubungan intim. Bagaimana caranya?
Menjual video rekaman tersebut pada pihak tertentu yang memesannya. Sama seperti kasus yang beberapa waktu lalu terungkap di media massa. Pelakunya membuat rekaman video hubungan intim sesuai dengan pesanan yang diterimanya lewat internet.
Bisa juga dengan mengunggah video tersebut untuk meningkatkan trafik portal internet tertentu. Dengan demikian, penghasilan dari iklan juga mengalami peningkatan pesat.
Beberapa waktu lalu, marak berita tentang orang yang memakai akun bernama David Bond yang merekam hubungan intimnya dengan wanita-wanita Asia dan menjualnya lewat situs pribadinya. Seseorang pernah memperingatkan para perempuan Jakarta ketika yang bersangkutan disinyalir beredar di sana.
”Turis sex ini sudah di Jakarta. Dia seneng bikin video Youtube dimana dia “mengajar” cara dapat cewek asia seenaknya lewat App Tinder. Lalu dia bikin video (sex?) tanpa minta izin dl dan dia kemudian jual video itu online di “website VIP”. Setahu aku dia udah lakuin ini di taiwan, vietnam, thailand dan jepang sebelum dtg ke indonesia….”






