Dulu cowok idamanmu itu seperti apa?

Tinggi, muka cool, dari kalangan anak gaul dan keren. Suka sesuatu yang ngga monoton. Penuh petualangan.

Lalu apa yang membuatmu tertarik sama Adi?

Hmm … sabar … kalem … tenang dan dewasa. Karena saya orangnya meledak-ledak dan pacaran cukup banyak. Jadi jenuh dengan standar ideal saya yang dulu. Akhirnya merasa dapet cowok sabar kayaknya menjawab kekurangan karakter saya.

Waktu nikah kamu sudah siap lahir batin?

Siap lahir aja. Batin belum.

Apa ketakutanmu sehingga belum siap dari sisi batin?

Ga ada. Pikiran waktu itu. Karena masih umur 19. Masih merasa muda dan pede. Kalo ga cocok, ya tinggal divorce. Toh sekarang divorce juga udah biasa.

Dengan pemikiran seperti itu bagaimana awal pernikahanmu?

Dari tunangan sudah sering berantem karena perbedaan karakter makin terasa. Hingga awal married juga masih sama.

Kok akhirnya bisa pulih. Gimana ceritanya?

Hmm … ketika saya sudah d posisi mentok. Mencoba segala yang saya anggap bisa membuat saya bahagia ternyata tidak. Ketika saya mentok baru saya merasakan jamahan Tuhan.

Ada masukan bagi pasangan muda yang beda karakter jauh seperti kamu dan Adi?

Mau sabar dalam penyesusaian karakter. Saling menerima dan mengisi kelebihan kekurangan masing-maing. Mengandalkan Tuhan.

Siapa sih yang menolongmu pulih?

Rohaniwan yang menyuruh saya kuliah konseling, dosen-dosen dan materi kuliah konseling.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here