3. Hindari pertemuan dengan mantan, baik sengaja maupun tidak disengaja

Menyalakan api di SPBU berarti mengharapkan kebakaran. Demikian pula perasaan kita dengan mantan.

Hindarilah pertemuan dengan mantan sebisa mungkin. Tutup semua akses kemungkinan, baik itu melalui kawan lama maupun keluarga.

Seperti SPBU yang memasang tulisan dengan ukuran besar “Dilarang Merokok”, maka kita pun harus berani pasang tanda larangan di hati

“Dilarang Ketemu Mantan”

Jangan jadikan sekadar ingin tahu kabar atau melanjutkan hubungan pertemanan sebagai alasan.

Ungkapan Jawa “witing tresno jalaran soko kulino” masih berlaku bagi hubungan pertemanan dengan mantan, masing-masing sudah menikah sekalipun.

Pertemuan berdalih reuni sering kali juga menjadi penyebab awal perselingkuhan. Jika harus melakukannya, lakukanlah dalam keterbukaan dengan pasangan dan dalam konteks wajar.

Baca Juga: Pernikahan Kedua Tidak Selalu Membuahkan Bahagia. Kisah Nyata Meta

Kata orang, cinta pertama tidak akan hilang begitu saja. Namun, cinta pertama yang tidak menjadi pasangan hidup cukuplah menjadi bagian masa lalu. Tidak perlu selalu dikenang, apalagi diharapkan muncul kembali.

Idealnya, selesaikan perasaan di masa silam sebelum memasuki kehidupan baru. Ingatlah pernikahan menuntut komitmen seumur hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here