Apa yang seharusnya kita lakukan?

1. Jangan menghakimi

Anda seakan menaruh helai jerami terakhir di punggungnya. Dia justru akan patah, lari dari Anda dan mencoba bunuh diri lagi. Biarkan dia mengungkapkan semua unek-uneknya. Orang yang mau bunuh diri biasanya butuh dimengerti, bukan dianalisa, apalagi dihakimi.

Kita memang tidak membenarkan tindakannya itu. Namun, ingat, justru karena dia tidak menemukan jalan keluar yang terbaik menurutnya itulah yang membuat dia putus asa dan akhirnya bunuh diri. Jangan sok pahlawan menawarkan jalar keluar. 

2. Izinkan dia berproses dengan dirinya sendiri

Sebaliknya, tuntun dia untuk menemukan jalan masuk bagi persoalannya sendiri, dan menemukan jalan keluar yang datangnya dari Tuhan. Orang yang menemukan kesadaran akan kesalahannya sendiri, dan merasa lebih salah lagi kalau menyelesaikan hal yang salah dengan cara yang salah pula, biasanya tidak akan mengulang lagi keinginannya untuk bunuh diri.

Ingat, proses ini panjang dan memakan waktu tergantung dari siap tidaknya dia mengosongkan gelasnya dan mengisinya kembali dengan hal-hal yang ilahi.

3. Jika tidak mampu, serahkan pada ahlinya

Psikolog dan psikiater yang berpengalaman, terlebih lagi yang punya hubungan dekat dengan Tuhan, merupakan orang-orang yang cocok untuk menolong orang yang punya kecenderungan untuk bunuh diri.

Ajaklah dan temanilah orang yang bergumul untuk bunuh diri itu menemui psikolog, psikiater atau konselor yang berpengalaman mengatasi hal ini.

Baca Juga:

Tren Bunuh Diri di Kalangan Remaja. Satu Hal Ini Dapat Kita Lakukan untuk Mencegahnya

Ketika Cinta Benar-benar Bisa Membunuhmu, secara Harfiah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here