3. Asbak
Seorang yang mabuk berat melemparkan asbaknya kepada juru campur minuman di sebuah bar. Alasannya, pegawai itu tidak mendengar pesanannya. Akumulasi antara mabuk dan marah membuat tangannya tidak terkontrol. Artinya, orang yang mengumbar marahnya seperti pemabuk itu.
4. Pintu
Orang yang keluar sambil membanting pintu biasanya marah berat. Yang lebih marah bisanya memukul atau menendang pintu. Ketika ada seorang tetangga yang bertengkar hebat, saya datangi rumahnya bersama Pak RT. Daun pintunya jebol. Entah karena pukulan entah karena tendangan. Saya dengar belakangan, dia juga suka memukul dan menendang istrinya.
5. Arloji
Jam tangan ternyata juga bisa menjadi benda untuk melampiaskan kemarahan. Seorang pembesar yang dituduh memakai jam mahal, membanting jam itu sambil berkata, “Ini jam palsu kok!”
Apakah betul itu jam palsu? Jika ya, dia melanggar peraturan karena tugasnya adalah melindungi produk asli. Jika itu jam asli artinya dia menyepelekan nilainya. Mungkin karena dikasih orang.
Jika saat pacaran saja dia sudah berani mempertunjukkan kekerasan, apalagi nanti kalau sudah menikah. Itulah sebabnya mengapa ada orang yang menyarankan bahwa adi perlu dibawa ke psikolog atau psikiater agar menjalani perawatan. Jika orang yang melakukan perilaku seperti Adi membutuhkan perawatan medis dan kejiwaan, jangan keburu menikah dengan orang-orang yang punya kecenderungan seperti Ada.
Mengapa berbahaya menikah seorang yang suka melakukan vandalisme?
Pertama, orang semacam ini tidak bisa mengendalikan emosinya. Begitu meledak, semburan abu panasnya sampai ke mana-mana dan lavanya menghanguskan apa saja yang melintangi jalannya. Apakah Anda mau punya pasangan yang temperamental seperti ini?
Kedua, orang semacam ini juga tidak menghargai barang-barang di sekitarnya. Meskipun motor itu milik sendiri, merusak barang hanya karena jengkel merupakan tindakan yang harus dihentikan.
Ketiga, jika kepada benda mati dia melakukan seenaknya, tidak tertutup kemungkinan dia akan melakukan hal yang sama terhadap Anda.
Nasihat saya hanya satu: berhati-hatilah bergaul dengan orang semacam ini, apalagi sampai berani pacaran dengannya. Jika saat pacaran—Anda belum resmi menjadi miliknya—dia sudah berani melakukan tindakan kekerasan semacam itu apalagi kalau nanti dia sudah menikah.
Baca Juga:
Pemerkosaan dalam Perkawinan, Tak Lazim Terdengar Namun Diam-Diam Terjadi. Waspadai 5 Tandanya!
Inilah 6 Kondisi Berbahaya dalam Masa Pacaran. Mengalaminya Salah Satunya? Segera Putuskan Hubungan






