3. Sudahkah Anda Siap dengan Konsekuensinya?

Tentu saja saya sedang membicarakan tentang kehamilan. Worst case scenario:

Anda hamil, orangtua Anda kecewa dan marah sekali, keluarga mengusir Anda, lantas pasangan Anda tidak mau bertanggung jawab.

Atau, keluarga Anda cukup open minded dan bisa menerima kehamilan Anda. Pasangan Anda juga bersedia bertanggung jawab. Lalu selesaikah masalah sampai di sini?

Masalah terbesar Anda adalah sudah siapkah Anda dan pasangan bertanggung jawab terhadap bayi yang sedang Anda kandung? Ya, membesarkan bayi tidak sama dengan bermain boneka atau memelihara binatang. Anda tidak cukup hanya memberinya makan dan mengajak bermain. Sebagai orangtua, Anda memiliki tanggung jawab besar untuk membesarkan anak dan mendidiknya sendiri. Ya, itu bukan tanggung jawab orangtua Anda atau anggota keluarga Anda yang lain. Namun Anda dan pasangan Anda, orangtua dari si bayi.

Sudah siapkah Anda jika Anda harus menunda atau sampai kehilangan masa depan karena kehamilan Anda? Sudah siapkah Anda mengemban tanggung jawab sebagai orangtua? 

Percayalah, jika Anda belum benar-benar siap, maka tanggung jawab ini akan terasa amat sangat berat. Bahkan bagi saya yang telah menikah dan merencanakan setiap kehamilan sebaik mungkin, masih terasa berat. Apalagi jika Anda atau pasangan belum siap. Jangan sampai anak Anda justru menjadi korban dari tindakan Anda dan pasangan yang tidak bersabar untuk menunggu.

Coba pertimbangkan lagi ketiga hal di atas dan putuskan apakah benar pendapat kami bahwa seks akan jauh lebih indah jika dilakukan dengan suami atau istri Anda. Doesn’t it worth the wait?

Baca Juga:

Eskalator Godaan Seksual: 6 Modus Pria yang Hanya Memacarimu untuk Seks. Jangan Mau Dimanfaatkan, Begini Cara Menolak Rayuan Pacar untuk Berhubungan Seks

Cara Menikmati Seks dengan Harga Pacar dan Pengakuan Mengejutkan Lain dari Seorang Mantan Pelaku Seks Bebas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here