2. Ambil keputusan untuk mengampuninya dan mengampuni diri sendiri

Saat hubungan cinta berantakan, gampang sekali kita menjatuhkan palu penghakiman baik kepada pasangan maupun diri sendiri. Seandainya dia tidak mengucapkan ini, melakukan itu kami tidak akan putus. Seandainya aku tidak sebodoh itu, mungkin hubunganku dengannya masih bisa dipertahankan. Tidak usah bermain spekulasi semacam itu. Toh sudah terjadi.

Baca Juga: Buat Apa Pacaran Kalau Ujungnya Cuma Jadi Mantan? Kalau Belum Siap Pacaran, Kenapa Harus Dipaksakan?

 

3. Benarkah tidak ada harapan untuk menyambung kembali benang cinta yang sudah putus?

Apa pun masalahnya, saat kita berpikir dengan kepala dingin, bisa jadi kita menemukan jalan keluar yang terbaik entah itu kembali bersama dia atau putus. Keputusan apa pun yang Anda ambil, jangan pernah Anda sesali karena justru membebani langkah Anda.

Jika ketiga hal itu sudah Anda lakukan, cobalah untuk berani menjalin persahabatan lagi dengan lawan jenis. Percayalah, masih ada cinta di luar sana. Kalau hati Anda belum mau bergerak, minimal otak Anda tidak ikut ngambek. Berpikirlah logis. Jika Anda atau si dia sudah pernah melakukan kesalahan sekali, masa Anda atau dia terus-menerus melakukan kesalahan yang sama.

Anda bisa belajar dari kesalahan masa lalu untuk merajut kembali masa depan yang lebih baik. Optimislah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here