Bila kalimat ini kita ucapkan dengan penuh ketulusan dan kasih, maka dunia anak-anak kita akan bercahaya. Jiwa mereka akan disegarkan dan kita akan menjadi orang tua yang berbahagia.

Kedua kalimat ini diucapkan oleh P.T. Barnum yang diperankan oleh Hugh Jackman.

 

 

Kalimat pertama diucapkan kepada Charles Stratton, seorang kerdil yang bukan saja diabaikan dan ditertawakan oleh masyarakat, tetapi juga tidak dianggap oleh ibunya sendiri.

Ketika Barnum datang dan bertemu Charles, ia berkata, “Saya sedang mempersiapkan sebuah acara dan saya membutuhkan seorang bintang.”

Dengan nada sinis, Charles menjawab, “Kamu ingin orang-orang menertawai saya, ya?”

Tanpa berusaha menghina atau merendahkan, Barnum membalas, “Mereka sudah menertawakanmu saat ini. Jadi, tidakkah lebih baik bila kamu dibayar untuk hal itu?”

Charles membalikkan badan. Ia masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Alasan itu tidaklah menarik untuknya. Dan Barnum menyadari itu. Karenanya, ia melanjutkan dengan kalimat ini,

“Saya melihat seorang tentara, bukan, seorang jenderal yang menunggang kuda melingkari panggung dengan pedang dan senapannya … dan … dan … dan baju seragam yang paling indah.

Orang-orang akan datang dari seluruh dunia dan ketika mereka melihat dia, mereka tidak akan tertawa.

[Charles membuka pintu kamarnya]

Mereka akan memberi hormat.”

Laki-laki perlu mendengar bahwa mereka diperlukan dan bahwa mereka dihormati. Mereka perlu tahu bahwa mereka memiliki segala yang diperlukan untuk menjadi seorang bintang. Mereka perlu diingatkan bahwa mereka bisa menentukan jalan hidup mereka sendiri. Dan mereka perlu tahu bahwa mereka dipercaya untuk sesuatu yang besar.

Baca Juga: Seperti Zohri, Kita Bisa Membuat Anak-Anak Kita Bertemu dengan Orang Besar yang Menginspirasi, Setiap Hari

 

 

Setelah itu, Barnum kemudian bertemu dengan Lettie Lutz. Walau memiliki suara yang indah, Lettie memiliki bentuk tubuh yang membuat ia menutup diri. Ia bahkan berkata bahwa ibunya sendiri malu memiliki dia. Masyarakat menyebutnya sebagai orang yang aneh. Ia dikucilkan dan dihindari oleh semua orang.

Ketika pertama kali bertemu, Barnum berkata kepada Lettie bahwa ia sangat bertalenta, diberkati, luar biasa. Unik. Bahkan cantik.

Tertawaan rekan kerjanya menegaskan apa yang dipercayai Lettie. Pujian itu menampar dirinya seperti sebuah ejekan. Ia kemudian berkata, “Tuan, tolong tinggalkan saya sendirian.”

Barnum menjawab, “Mereka tidak mengerti, tetapi nanti mereka akan mengerti.”

Dengan penuh keraguan, Lettie bergabung. Pada penampilan perdana, Lettie berdiri di samping panggung dan rasa takut itu muncul kembali. Ia merasa tidak percaya diri dan khawatir dengan respons penonton. Barnum melihatnya dan berkata kepadanya,

“Lettie! Lettie! Mereka sedang menunggu!”

“Tunggu apa?”

“Menunggumu! Mereka belum tahu … tetapi mereka akan mencintaimu. Percayalah kapada saya!”

Dan dengan kalimat itu, hidup Lettie berubah.

Berbeda dengan anak-anak lelaki, anak-anak perempuan memerlukan konfirmasi kalau mereka itu berharga dan cantik. Mereka perlu afirmasi bahwa mereka indah dan layak dikasihi. Mereka perlu diberitahu berulang-ulang bahwa tubuh mereka berharga. Mereka perlu diingatkan bahwa mereka dicintai bukan karena bentuk tubuh atau kecantikan luar.

Kalau orang tua tidak melakukannya, anak-anak perempuan ini akan mencari afirmasi itu dari pihak lain. Mereka rela melakukan apa saja, bahkan hal-hal bodoh seperti berfoto dengan pose tidak senonoh. Jumlah likes dan followers kemudian menjadi konfirmasi bahwa mereka berharga dan diinginkan.

Baca Juga: Ketika Pacar Mengajak Berhubungan Seks dan Kamu Ragu: Apakah Itu Cinta atau Sekadar Nafsu?

 

Sebagai orang tua, kita bisa memenuhi kebutuhan anak-anak kita dengan kata-kata kita. Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab untuk menanamkan benih kasih itu sejak mereka kecil.

Terlepas dari apa yang sudah kita katakan dan lakukan, kita memiliki kesempatan untuk kembali memperkatakan kehidupan dan pengharapan dalam diri anak-anak kita, hari ini.

Terlepas dari apa yang sudah kita katakan dan lakukan, kita memiliki kesempatan untuk kembali memperkatakan kehidupan dan pengharapan dalam diri anak-anak kita, hari ini. Share on X

 

Jadi, kalimat afirmasi seperti apa yang akan kita katakan kepada putra-putri kita hari ini?

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here