Kata orang jika dirimu sedang gembira, waktu serasa berlari. Bryan bekerja sambil bersiul. Sejak ia jadian dengan Lisbeth, hari-harinya terasa cerah.
“Bryan.” Anissa masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Dimas mengekor di belakang Anissa dan menutup pintu.
Bryan hanya mengangkat alis. “Morning, Nis, Dimas.” Matanya kembali ke laptop.
“Lo harus bilang sama Lisbeth,” todong Anissa.
“Bilang apa?”
“Your past lah. Apa lagi?” Anissa duduk sambil menyilangkan kakinya.
Bryan mengangkat kedua tangannya. “I’m good.”
“Apanya yang good? Sudah ngomong sama Lisbeth? Belum, kan? Tahu dari mana kalau you’re good?” cecar Anissa.
“Well, Nis. Please. Kamu bisa enggak sih, enggak usah urusin urusan orang lain?”
Mata Anissa menyipit. “Gue lihat gimana lo sama Lisbeth, minggu kemaren waktu kita habis pulang double date. OMG, Bryan! Don’t you think that you’re a bit … too much … you know … public display of affection?” decak Anissa.
“Kenapa? Dimas udah jarang pegang-pegang?” sindir Bryan. Ia melirik Dimas yang keliatan sebal. “Istri lo perlu lebih banyak dipegang-pegang ….”
Mulut Anissa mengerucut, ia tampak seperti singa betina yang baru bangun tidur. “Enggak ada urusan sama gue. Gue mikirin Lisbeth. Come on, Bryan. You slept with MANY girls. Not one but MANY. Jangan naif! Lo pikir lo bisa tutupin begitu aja? Gimana kalau kalian married dan ternyata Lisbeth enggak seperti mantan-mantan lo? Gimana kalau Lisbeth … frigid?”
“Huh. She’s not.” Bryan tersenyum tipis. “She’s not frigid.” Ingatan Bryan kembali ke saat-saat mereka hanya berdua. She’s not frigid.
Suara Anissa berubah jadi sangat serius. “Gimana kalau one of your ex balik and kirim foto atau video ML lo sama dia?”
“Oh, come on. Lo kebanyakan nonton drama!” tawa Bryan. “Begituan cuma ada di drama.”
Anissa melirik ke arah Dimas, “Kamu yang cerita atau aku?”
Senyum kecut menghiasi mulut Dimas. “Kamu aja.”
“What’s going on?” selidik Bryan yang menangkap atmosfer tegang di antara Dimas dan Anissa.
Anissa menatap Bryan tajam. “Gue punya video Dimas ML sama cewek lain.”
***
[1] tōu tōu mō mō: rahasia yang disembunyikan.



