White Day

Pertama, memperoleh kepastian apakah PDKT kita berhasil? Jika kita tidak mendapatkan balasan pada White Daybukan berarti kita pasti ditolak. Bisa jadi karena cowok yang kita beri kado Valentine, tidak mengerti adanya White Day.

Kedua, budaya take and give dalam relasi. Budaya memberikan kado balik ke cewek yang memberi kita coklat atau tart bukan berarti berharap bahwa apa pun yang kita berikan selalu direspon balik dengan hal yang sama. Intinya, White Day adalah hari saat kita membalas kebaikan dengan kebaikan tanpa melihat apakah itu berupa barang atau give her experience

Ketiga, menambah satu alasan lagi untuk waktu yang berkualitas he, he, he. Bukankah saat pacaran orang inginnya selalu dekat terus? White Day menjadi alasan yang baik untuk mengajak orang yang kita cintai keluar.

Black Day

Pertama, dalam konseling muda-mudi, saat ada yang curhat bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, saya sering memberi penghiburan semacam ini: “Bisa jadi you akan dapat yang lebih baik dari dia. Bukan berarti yang dia pilih saat ini lebih baik dari you. Artinya yang dia pilih itu terbaik bagi dia.”

Kedua, Black Day juga memberi kita kesempatan untuk bertumbuh dewasa. Artinya, tidak setiap keinginan kita akan terkabul. Bukankah banyak anak-anak yang ketika mau mainan tertentu dan ortunya tidak mampu membeliannya, ngambek. Dengan penolakan yang kita alami, kita justru belajar bahwa kita pun tidak selalu menerima orang yang nembak kita.

Ketiga, birds of a feather flock together. Kita sering dengar guyonan “Barisan sakit hati berkumpul jadi satu.” Bisa jadi saat berkumpul ada yang menyamakan persepsi untuk balas dendam. Namun, untuk Black Day, saya mengartikannya sebagai sarana untuk saling menguatkan sambil menanti secara aktif untuk mendapatkan pasangan yang baru.

Akhirnya…

Tak kenal maka tak sayang. Baik Valentine’s DayWhite Day maupun Black Day memberi kesempatan bagi kita untuk mengenal calon pendamping hidup kita. Di luar ketiga hari istimewa itu, kita memang sudah selayaknya menghabiskan waktu yang cukup untuk mengenal orang lain sebelum mengikat janji suci seumur hidup kita. Bukankah begitu?

  • Xavier Quentin Pranata, berdomisili di ig @xavier_qp.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here