3. Ajari kami sikap tanggung jawab
Anak-anak seringkali belum terlalu paham dengan apa yang dimaksud dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, orang tua dapat menjelaskan sikap tanggung jawab kepada anaknya dengan pelan dan baik. Sikap tanggung jawab ini sangat penting untuk dimiliki anak, karena akan sangat berpengaruh di masa depannya nanti.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan sikap tanggung jawab kepada anaknya, yaitu dengan cara memberi tugas-tugas seperti membersihkan kamarnya sendiri, mengerjakan tugas sekolahnya sendiri dengan benar, dan lain-lain. Namun, sudahkah orang tua mengajari kami bertanggung jawab secara digital juga? Kami perlu dibimbing.
Selain itu, sekali-kali biarkan kami memilih mengambil keputusan sendiri. Tanpa bantuan atau bahkan larangan, kecuali dalam beberapa hal yang menurut orang tua tidak benar.
4. Tunjukkan kasih sayang dan perhatian pada kami
Orang tua jangan bingung tentang apa yang harus dilakukan supaya anak dapat merasakan kasih sayang orang tua. Ada banyak cara yang sederhana, contohnya seperti luangkan waktu untuk anak, mendengarkan ceritanya, memeluk anaknya, memberikan pujian kepada anaknya, karena telah melakukan sesuatu yang membanggakan hati orang tuanya, dan lainnya.
Dengan hal ini, anak akan merasa lebih diperhatikan, lebih percaya diri, senang, nyaman, sering tersenyum, dan lainnya. Anak juga akan merasa lebih pantas dan berharga.
Mengapa tidak tinggalkan gadget sejenak? Abaikan pesan-pesan dan email yang masuk untuk sesaat, lalu berikan kami perhatian penuh. Mumpung kita masih sama-sama bekerja dan belajar dari rumah.
5. Milikilah quality time bersama anak
Quality time bisa dilakukan dengan banyak cara. Contohnya, makan bersama, menonton film bersama, bermain bersama, dan lainnya. Quality time ini sangat penting bagi kami. Kami juga merindukan sekeluarga dapat bebas dari gadgetnya. Sesekali anak-anak ingin melihat orang tua menikmati waktu bersama kami tanpa memegang gadget.
Hal ini juga bisa mempererat hubungan orang tua dengan anak. Selain itu, quality time juga dapat membentuk kehidupan keluarga yang lebih berkualitas dalam hal kesehatan fisik dan mental, kan?
*penulis adalah siswi SMP Gloria 2 Surabaya






