Kita kaya atau teraniaya?

Saya pernah membaca kisah yang saat ini muncul dalam berbagai versi. Sekelompok serigala liar mengganggu perkampungan. Mereka membunuh ternak sehingga penduduk desa mengalami kerugian besar. Mereka membuat sayembara dan memberi harga tiap kepala serigala yang berhasil ditangkap.

Ada dua orang—sebut saja di pesi dan si opti—yang tertarik. Dengan membawa senjata dan tenda, mereka memburu serigala itu. Sampai senja mereka tidak mendapat seekor pun dan memutuskan untuk mendirikan kemah. Mereka bergantian jaga. Yang seorang tidur di kemah, yang lain di sebelah api unggun. Sambil terkantuk-kantung pesi yang giliran jaga terkaget campur takut saat melihat belasan pasang mata yang glowing in the dark. “Seri…seri…serigala!” ujarnya gemetar sambil merangsek ke tenda untuk membangunkan sahabatnya yang lagi tidur pulas.

Begitu bangun, keluar dan melihat belasan pasang mata yang bersinar di tengah kegelapan itu, si opti langsung teriak lantang, “Kita kaya!”

Pertanyaan mendasar, jika kita berada di kumpulan toxic people, apakah kita merasa kaya karena  punya banyak teman, atau justru berbahaya karena bisa saja kita dimakan hidup-hidup.

Dia toxic, Kak Xavier

Sebagai bapak sampai hari ini saya masih sering disebut ‘Ko’ atau ‘Kak’ oleh beberapa ‘teman’ saya, khususnya mereka yang pernah saya layani di Australia. Meski usia mereka remaja atau dewasa muda dan saya ABG—Anak Baru Gocap lebih (lebihnya banyak)—saya merasa oke dipanggil begitu karena jadi awet muda atau awet tua?

“Dia toxic, Kak Xavier,” begitu ujar seorang mahasiswi kepada saya. Yang dia maksudkan adalah seorang sahabatnya. 

Toxic-nya di mana?”

“Dia menyita banyak sekali waktu saya. Sedikit-sedikit dia telepon saya sampai saya susah belajar,” ujar gadis berlesung pipi ini.

“Terus, maksud loe?” tanya saya yang disambut dengan tawa renyahnya.

“Saya ingin memindahkan persahabatan saya dari saya ke Kak Xavier,” jawabnya malu-malu.

“Agar racunnya pindah ke saya?” Ucapan saya ini disambarnya dengan tawa meriah.

1 COMMENT

  1. wah.. ini pencerahan banget bagi saya. akhirnya saya tahu harus mengambil tindakan apa ketika saya dihadapkan dengan teman yang toxic lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here