3. Orang yang terlalu terburu-buru

Segala sesuatu yang terburu-buru pasti hasilnya tidak baik. Slow down. Santai saja. Saat memilih indekos secara terburu-buru akibat pindah lokasi kerja, saya melakukannya dengan berjalan kaki menyusuri suatu wilayah dalam dua hari. Hal ini berakibat kepala saya pusing, kaki saya pegal-pegal, pinggang encok, dan tempat indekos saya sangat jauh dari harapan.

Penyesalan selalu datang terlambat. Indekos saya yang lama jauh lebih baik daripada indekos saya yang sekarang. Demikian pula jika dua orang yang baru berkenalan satu minggu tiba-tiba memutuskan untuk jadian. Semua perlu waktu. Tidak perlu terburu-buru dan takut kalah sama saingan. Apa yang memang untuk kita, tak akan bisa direbut oleh orang lain. Masa pengenalan menuju pacaran sebaiknya tidak dalam hitungan minggu, tetapi setidaknya sekitar 3-6 bulan.

4. Orang yang memiliki keyakinan dan prinsip hidup yang berbeda jauh

Keyakinan dan prinsip hidup menjadi fondasi dalam membina pernikahan. Tak bisa dipungkiri banyak rumah tangga yang retak akibat perbedaan mendasar ini. Oleh karena itu, jangan mengulanginya. Saya bukan hanya berbicara tentang agama. Bisa jadi agama di KTP sama, tetapi bagaimana dalam praktik hidup sehari-hari? Jika terlalu berbeda jauh seperti kutub utara dan kutub selatan, berarti tak sejalan. Tidak perlu membuang-buang waktu apabila bertolak belakang.

Bagaimana prinsip tentang harta? Orang yang suka berfoya-foya menghambur-hamburkan uang tidak akan pernah bisa bersatu dengan orang yang rajin menabung dan berinvestasi. Itu berat. Memaksakan diri akan berakibat fatal, misalnya depresi dan rentan bercerai.

 I am single, but I am not available for everyone.  Lebih baik tetap single daripada sembarang pilih dan menyesal kemudian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here