Hasil pengukuran menunjukkan bahwa hanya 0.5% subjek yang mengalami kecemasan dengan tingkat keparahan sangat tinggi. Serta terdapat 4.7% yang mengaku mengalami stres tinggi dan 6.7% yang mengalami depresi. Di sisi lain, mencapai 79.3% dari total subjek penelitian yang sebenarnya dalam kondisi psikologis yang baik-baik saja selama masa pandemi COVID-19 ini.

Melalui temuan penulis didukung dengan temuan Wang, et al (2020), dan Cao, et al (2020) maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya hanya sebagian kecil individu yang kondisi psikologisnya berubah menjadi tidak baik semenjak dan selama COVID-19. Memang ada orang-orang yang kecemasannya meningkat akibat berita-berita COVID-19 di sosial media.

Ada pula orang-orang yang tingkat stres nya meningkat akibat harus di rumah saja 24 jam, hingga pada akhirnya berujung pada depresi. Tapi, hanya sebagian kecil orang yang mengalami gejala-gejala tersebut.

Sebuah fakta yang jarang diangkat ke permukaan media adalah sebenarnya jauh lebih banyak orang yang tidak mengalami permasalahan psikologis. Perlu diakui bahwa sebenarnya manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here