Bangun Kekuatan Kita Mulai dari Keluarga

Percayalah, walaupun mungkin istri atau anak tidak ikut bekerja bersama dalam kesehariannya, namun pondasi yang paling kuat berasal dari sebuah keluarga.

Para suami, mulailah memperhatikan pekerjaan rumah istri. Pahamilah bahwa istri itu tidak hanya mengurus rumah, tetapi sebuah rumah tangga milik keluarga. Energi yang dibutuhkan untuk mengurus sebuah rumah tangga jauh lebih besar daripada bekerja kantoran maupun lapangan. Tidak hanya dibutuhkan kemampuan, tetapi hati yang besar untuk bersedia melayani dan melakukan segala hal bukan untuk kepentingan dirinya, melainkan untuk suami dan anak-anaknya. Ketika suami dapat mengerti beban seorang istri dalam mengurus rumah tangga, ia tidak hanya akan berdiam diri. Berilah dirimu untuk berkontribusi membantu istri di rumah. Walaupun itu hanya sebuah tindakan kecil, di mata istri pasti akan tampak berharga. Jangan pelit dalam memberi pujian atas apa yang sudah dilakukan istri kepada keluarga.

Para istri, mulailah amati betapa berharganya kesempatan suami untuk dapat bekerja. Banyak atau sedikit pendapatan suami, itu adalah jerih payahnya untuk mencukupi keluarga. Selalu hormati suami, karena suatu kebanggaan baginya bisa memiliki istri yang menaruh hormat. Jangan pernah menganggap remeh setiap hal yang dilakukan suami, namun dukung mereka untuk menjadi kepala keluarga yang hebat. Karena suami menjadi hebat tak luput dari peranan istri yang hebat pula. 

Para anak, pandanglah orang tua kalian, merekalah yang terbaik yang Tuhan berikan untukmu. Engkau tidak salah berada dalam keluarga ini. Gunakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada orang tua. Jangan sibuk dengan duniamu sendiri. Jangan tunggu untuk didekati oleh orang tua. Mulailah dari dirimu untuk memperhatikan dan melayani keluarga. 

Ketika semua anggota keluarga melihat dengan kacamata yang baru dan membangun hubungan yang lebih intim dalam keluarga, maka apapun yang engkau hadapi nanti di luar sana tidak akan mudah menggoyahkanmu. Dari keluarga ada kekuatan yang tidak terduga. Pakai hari-hari di rumah untuk lebih dekat dan saling memperhatikan keluarga. Jangan sia-siakan kesempatan, karena waktu sekarang ini adalah anugerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here