3. Things to praise, not the things to curse

Tak sedikit orang di sekitar saya yang mengeluh dan mengkritik sikap pemerintah yang tak lelah menyerukan betapa seriusnya kondisi kita saat ini. “Ah, pemerintah berlebihan. Pak Jokowi nakut-nakutin rakyat. Ga usah segitunya kali sampai kita ngga boleh keluar rumah.” Belum lagi menjelang akhir pekan, makin banyak komentar bersliweran di linimasa dan kolom komentar media sosial. “Masa takut sama virus sampai ibadah dilarang? Pemerintah jadi berasa anti-agama ya, kita ngga punya kebebasan agama sekarang. Baru pertama kali ibadah kalah sama virus.”

Saat kita berfokus pada ketidakpuasan, keterbatasan, dan ketidaknyamanan, maka cerca dan celaan yang keluar dari hati dan mulut kita. Semuanya hal terlihat hitam kelam. Kita tak lagi membuka diri untuk mencari penjelasan dan dasar dari hal-hal yang terjadi. Kita menjadi seperti katak dalam tempurung; pokoknya semua gelap tanpa (mau) tahu apa penyebabnya.

Mari kita belajar melihat hal-hal yang menyuburkan pujian dan dorongan semangat. Ketika kita membuka mata dan pikiran dan belajar mengekang lidah sebentar saja, kita akan dapat melihat ada banyak hal yang positif dan layak diapresiasi. Ada gotong royong (walau terpisah fisik) rakyat untuk satu tujuan: Indonesia bebas dari Covid-19. Ada upaya pemerintah dengan berbagai bentuk dan cara untuk terus menggaungkan sebuah visi: Indonesia sehat!

Saya teringat ibu’e (ibunya) arek-arek Suroboyo, Ibu Tri Rismaharini, yang membuat vlog dan dengan penuh perhatian berkata, “…kota ini harus sehat. Tidak boleh ada LOCKDOWN di kota ini.” Saya pribadi menantikan karya para musisi sebagai boost vitamin bagi kita semua dalam melawan Covid-19. Virus boleh datang; apresiasi dan kreasi tak akan kabur malah bertambah subur.

Mari kita sirami benih asa dalam pikiran kita. Surabaya harus sehat! Indonesia harus sehat! Kita semua harus sehat!

“I’d say you’ll do best by filling your minds and meditating… on the best, not the worst; the beautiful, not the ugly; things to praise, not the things to curse.” ~ Paul of Tarsus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here