Saya tidak takut mati, karena saya tahu ke mana saya akan pergi. Saya tidak kuatirkan kedua anak saya.  Saya percaya Tuhan akan memelihara mereka dengan kasih yang berkelimpahan. Tangan Bapa di Surga akan memimpin dan menyertai jalan mereka lebih sempurna daripada ayah duniawi mereka.     

Pernikahan adalah janji dengan batas waktu sampai mati. Ketika Novi berkali-kali mengulangi kalimat: “Saya menyesal menikahimu” dan kalimat menghina “menikahimu adalah kesalahan besar di hidup saya”, maka sabagai suami, saya tidak lagi berharga di mata Novi. Batas kemampuan saya sebagai manusia rasanya sudah pada puncaknya. Saya ingin segera pergi ke rumah Bapa di Surga. Tapi hingga hari ini, Tuhan belum penuhi.  

Ada yang mengatakan agar bisa mengubah pasangan alangkah baiknya kalau kita yang berubah lebih dulu? Anda setuju?

Setuju, Pak.  Introspeksi adalah hal yang rutin saya lakukan dalam menghadapi konflik dengan Novi. Saya percaya bahwa saya turut bersalah atas kondisi saat ini. Sepuluh tahun awal pernikahan, saya mengajak Novi untuk tinggal bersama orang tua saya. Dengan berat hati dia menyetujuinya, padahal sebenarnya waktu itu saya sudah punya rumah sendiri. 

Saya telah melanggar prinsip keyakinan iman untuk hidup terpisah dengan orangtua. Saya bersalah sehingga Novi harus hidup tertekan selama 10 tahun di rumah mertua. Memang pertengkaran terbuka antara Novi dan mama saya tidak pernah terjadi. Tapi masing-masing pihak mendhem jero (memendam kesalahan) yang dampaknya melebar ke segala arah.  Di tahun ke-11 pernikahan, kami pindah ke apartemen.  Saya pikir, dengan tinggal di rumah sendiri, Novi akan bersyukur dan mendekat kepada Tuhan. Ternyata tidak juga. Tabiat semau gue dan tidak peduli kepada hal-hal rohani, terus terbawa hingga kini.   

Sejak masa pacaran sampai menikah, memang saya cenderung banyak mengalah dan jarang marah. Saya menikahi Novi untuk mengasihinya dan membahagiakannya. Apalagi melihat dia sulit beradaptasi di rumah mertua, sikap permisif saya makin menjadi-jadi. Apa saja keinginannya, saya berusaha memenuhinya.  Her wish is my command

2 COMMENTS

  1. Wah ternyata ada ya pria seperti ini. Selama ini saya bahkan tidak pernah tau ada pria yang hanya 25% nya dari pria dalam artikel ini.
    Sedangkan posisi saya sekarang saya anggap mirip dengan artikel tentang seorang istri yang berdomisili di singapore.
    Beberapa kali saya memendam keinginan untuk minta kontak ibu yang tinggal di singapore tersebut. Barangkali bisa sharing tips dan trick untuk hidup sehari hari.
    Hari ini saya benar2 kaget kalo ternyata ada pria yang seperti ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here