Indonesia saat ini pun masih sangat sensitif dengan isu rasisme. Di mana kata pribumi dan keturunan bisa memunculkan kesenjangan dan rasa tak suka satu sama lain. Sama halnya ketika seorang Agnez Mo tiba-tiba mengungkapkan bahwa ia tak memiliki Indonesian Blood or whatsoever yang berakibat pada meningkatnya jumlah haters serta langsung viral di jagad maya.

Apalah untungnya mempertajam sebuah perbedaan jika hanya berujung pada pertikaian. Bukankah lebih baik menghargai perbedaan dengan menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Sama seperti dua sisi koin yang saling melengkapi dan senantiasa berdampingan.

3. All one can do is the next right thing

Ketika Anna menyadari bahwa Elsa sedang dalam masalah dan kemungkinan telah meninggal (karena sihir yang menciptakan Olaf juga perlahan lenyap), ia merasa kesepian dan sendirian. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan karena selama ini ia hanya mengikuti Elsa, kakaknya. Elsa pulalah yang menentukan setiap langkah dan tujuan mereka. Menghadapi kenyataan bahwa ia sendirian, Anna menjadi lebih dewasa dan lebih tegar. Apa yang ia lakukan? Anna takes one small step and do the next right thing.

Ketika masalah datang dan kenyataan tak sesuai dengan harapan atau rencana, apa yang dapat kita lakukan? The next right thing.

Menyerah tidak ada dalam kamus Anna dan jangan pernah memunculkannya dalam kamus kita. Sekalipun gagal berkali-kali, kita harus tetap berusaha untuk melakukan the next right thing.

Sudahkah Anda mengajak anak-anak melihat film Frozen 2? Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda menemukan pesan-pesan penting di dalamnya? Silakan tinggalkan komen Anda di tempat yang tersedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here