Keinginan terbesarnya adalah melihat semua cucunya menikah. Sayang, Tuhan memanggilnya pulang ketika aku baru duduk di bangku kuliah semester tiga.

Meskipun telah berpulang, Si Mak tetap hidup dalam kenangan. Beliau mengajarkan semangat berjuang, berbagi, dan tentang ketangguhan hidup.

Baca Juga: Dikecewakan, Perempuan Muda Ini Membalas Tuntas Dendamnya dengan Elegan. Ini Kisah Inspiratif di Balik Perjuangannya

Oh ya, apakah aku marah dengan kebohongan kecilnya sebagai sarjana ekonomi?

Tidak sama sekali!

Aku bangga memiliki gen seorang pejuang dalam hidupku, meskipun hanya setitik saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here