Sudah tentu pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga harus diambil demi mengubah nasib. Ya, Si Mak harus berkelahi dengan kemiskinan yang mencengkeram hidupnya. Lewat pergulatan batinnya selama menjadi pembantu, Si Mak membuktikan bahwa ia mampu bertarung.

Si Mak berkelana dari pasar ke pasar untuk mencari uang. Meskipun ia bukanlah lulusan sarjana dari sebuah universitas, ia sanggup melewati ujian kehidupan dengan kemauan keras.

Jika Si Mak adalah mahasiswi yang sedang menempuh skripsi, Tuhan menjadi dosen penguji sekaligus pembimbing utamanya. Dengan matematika Tuhan, pelan-pelan ia dapat memperbaiki nasib hidupnya.

Si Mak kembali diuji saat ia harus menjadi tulang punggung keluarga.

Hari itu, suaminya berbicara demikian:

“Saiki aku wis ora isa kerja maneh. Aku rapopo ne saumpama kowe nge’i aku mangan watu.” (Sekarang aku sudah tidak bisa bekerja lagi. Aku tidak apa-apa kalau misalnya kamu memberi aku makan batu).

Dalam usia yang masih produktif, seorang suami angkat tangan terhadap kebutuhan istri dan anak-anaknya.

Namun sekali lagi, Si Mak tidak mengeluh. Beliau bekerja makin giat, hingga semakin terkenal di pasar. Aku kurang memahami apa pekerjaannya. Yang jelas Si Mak memiliki nama populer sebagai “bos pasar Karangayu”.

Baca Juga: Suami Penjudi. Demi Menyelamatkan Keluarga, Istri yang Cerdas Rela Melakukan Ini

Terbiasa bekerja keras dan hidup dalam situasi yang sulit membuat Si Mak  dikenal sebagai orang yang tidak bisa diam dan senang berbagi.

Dalam ingatanku, ia galak dan saklek dalam beberapa hal.

Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana ia berhasil memaksaku makan semangkuk besar pepaya. Jika aku menolaknya, beliau tidak kehilangan akal. Sirup framboise dikucurkan sebanyak mungkin sebagai topping buah tersebut.

Aku paling takut jika sakit panas dan muntah. Bukan obat yang kutakutkan, melainkan cara Mak dalam menyembuhkanku. Ia selalu bersiap dengan senjata andalannya: uang logam untuk mengeroki badanku. Aku langsung lemas dan menangis sekeras mungkin. Sia-sia saja melawannya, karena entah bagaimana—Si Mak sanggup membuatku menurut.

Dan bagaimana aku bisa melupakan pisang goreng karamel buatannya yang begitu nikmat, atau serabi cokelat khas pasar yang selalu dibawanya saat pulang bekerja? Semua dibagikan sama rata kepada para cucunya. Sungguh sedap dan menghangatkan hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here