Bagaimana pandangan pribadi saya?

Secara pribadi, sih, sampai detik saya menulis ini, saya masih menyimpan kekecewaan atas cerainya Ahok dengan Vero. Karena pandangan saya, apa yang sudah dipersatukan Tuhan seharusnya tidak diceraikan manusia. Jujur, sebelum Ahok menikah dengan Puput, saya masih berharap mereka rujuk kembali.

Kedua, setelah Ahok menikah dengan Puput, saya mencoba untuk move on. Saya bukan siapa-siapa Ahok, mengapa ikut ribut? Apakah pendapat saya mempengaruhi keputusannya? Tidak, bukan? Saya bukan hakim yang berhak mengetukkan palu. Bukankah setiap orang suatu kali kelak akan menghadap Sang Khalik?

Ketiga, saya melihat dalam diri Ahok tekadnya untuk tetap menjadi berkat bagi bangsa dan negara Republik Indonesia ini. Dengan meluncurkan program Jangkau, dia ingin menjembatani antara orang yang ingin berbagi dengan orang yang betul-betul membutuhkan pertolongan. Dia pun ingin menolong para petani di NTT agar hasil panennya bagus dan bisa diserap pasar dengan baik. Di tataran inilah saya tetap mendukungnya.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari kasus Ahok?

Pertama,

kita perlu cermat menetapkan prioritas. Kesibukan kerja bisa membuat keluarga nestapa.

Saya percaya, keretakan hubungan Ahok-Vero salah satunya pasti disebabkan oleh supersibuknya Ahok. Vero membutuhkan bukan sekadar rumah kediaman, tetapi juga jamahan kasih sayang.

Kedua,

keretakan kecil jangan diabaikan.

Saya percaya, perceraian Ahok-Vero merupakan pucuk gunung es. Di bawahnya pasti ada badan gunung permasalahan yang meskipun besar, tetapi tidak muncul di permukaan. Keretakan dam di Belanda, sekecil apa pun, jika tidak segera diperbaiki, bisa membuat bendungan raksasa itu jebol.

Ketiga,

agar bangunan rumah tangga kita kokoh, kita bukan saja membangunnya dengan fondasi batu karang yang teguh, tetapi juga terus-menerus bergantung harap kepada hikmat yang datang dari tempat yang mahatinggi.

Kiranya Sang Khalik terus-menerus memelihara tubuh, jiwa, dan roh kita agar selama menapaki ziarah krida kita di muka bumi kita tidak terpeleset, tersandung, tergelincir dan terjatuh.

1 COMMENT

  1. Org tega kpd perempuan yg hidup 20 th dan melahirkan 3 anak meskipun apapun salahnya mk kita tahu dia siapa … “org besar atau KERDIL”.
    terlihat dari caranya menyelesaikan meskipun cerai itu urusan pribadi dan journey of life masing2 manusia. CARANYA yg kasar dan JAHAT kpd anak2 kandung juga tdk punya otak tdk melindungi perasaan anak2nya yg tdk berdaya dan hancur hatinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here