Saya yakin perubahan perlu dimulai dengan langkah kecil, yang kemudian dengan konsisten terus menerus dijaga.

Saya mulai yakin bahwa saya bisa mengendalikan apa yang saya makan. Saya mulai pandai mencari makanan yang juga lezat dengan kalori lebih rendah.

Akan tetapi, masih sering saja saya mendapat pertanyaan. Pertanyaan lain sekarang, “Turun berapa kilo?”

Saya menjaga makan. Saya perhatikan konsumsi gula dan minyak saya.

Mohon jangan membayangkan saya menjadi kurus kerempeng seperti seorang model, itu berlebihan. Atau jangan bayangkan saya kuyu, sengsara, nyaris tidak bertenaga. Tidak. Saya kenyang, bahkan saya tidak lagi ngantuk setelah makan seperti dulu.

Pengalaman berdiet saya enam bulan ini mengajarkan beberapa hal menarik. Ini tiga yang bisa saya bagikan:

Pertama,

Entah bagaimana penjelasannya, untuk makanan dengan kadar gula dan minyak yang tinggi, semakin kita makan, semakin kita ingin makan lebih banyak, seolah kita belum cukup makan.

Setelah mengganti dan membatasi konsumsi gula dan minyak, saya lebih bisa mengontrol keinginan saya untuk makan.

Kedua,

Varian makanan itu banyak sekali.

Jangan terpaku dengan pemikiran, “Kalau belum makan nasi, belum makan,” atau, “Tidak pakai gula, mana enak?” atau “Digoreng memang paling lezat!” dan sederet panjang pernyataan yang kita buat dan kita percayai tentang makan-makan.

Cobalah pelajari varian makanan yang lebih berguna buat tubuh. Cobalah menikmatinya. Lama-lama juga enak, kok.

Ketiga,

Perubahan itu perlu direncanakan.

Komponen perubahan itu sederhana. Langkah kecil dan konsisten.

Tidak apa-apa gagal, kembali fokus, jangan menyerah, berusaha sampai terjadi perubahan.

Baca Juga: Kegagalan Tidak Selalu Berarti Buruk, Inilah 4 Pelajaran Hidup yang Bisa Dipetik Darinya

Dan, menurut pengalaman saya setelah berhasil menjaga makan ini, perubahan itu menyenangkan, menimbulkan rasa puas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here