2. Anak bukanlah pemuas dari keinginan orangtua

Biasanya ini menyangkut masa lalu orangtua. Ambisi orangtua yang dulunya tidak tercapai lantas dilimpahkan ke anak. Bisa juga karena persaingan dalam lingkup pertemanan. “Anak si anu saja sekolahnya di luar negeri, masak kita yang lebih pintar dari dia tidak bisa?” ungkap seorang ayah.

Ingat, anak bukanlah diri kita dalam raga yang lain. Namun, mereka adalah pribadi yang berbeda, meskipun ada sifat-sifat tertentu yang sama dengan kita. Kita perlu menyadari bahwa kepuasan diri tidak bisa dilimpahkan ke siapa pun kecuali kepada diri kita sendiri.

Tugas kita sebagai orangtua adalah mengisi anak dengan hal-hal baik, memaksimalkan potensi yang ada pada anak, serta melatih mentalnya agar siap menjalani hidup. Sehingga nantinya mereka bisa menjadi orang yang mampu memilih sesuai kadar kualitasnya sendiri, dan bertanggung jawab pada pilihannya sendiri.

Yang menjadi faktor penentu seorang anak berhasil dalam pertumbuhan yang baik bukan hanya lingkungan dan pergaulan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana orangtua mampu memahami karakter anak serta mampu mengendalikan keinginan dan egonya sendiri.

Baca Juga:

Tak Hanya Bicara, Orangtua Belajarlah Mendengarkan Anak-Anak. Inilah Cara dan Manfaatnya

Sederhana, tapi Bisa Mengubah Hidup Anak-Anak Kita. Orang Tua, Pastikan Anak-Anak Kita Pernah Mendengarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here