Bersabarlah lebih lama sedikit, karena engkau sedang digembleng untuk menjadi penanggung jawab sosok pribadi luar biasa. Titipan Tuhan, tidak mungkin terlahir tanpa predikat istimewa.

Bagi para suami, tariklah urat sabarmu lebih panjang sedikit. Mungkin istrimu menjadi super sensitif dan tidak cekatan seperti biasanya. Mereka bahkan terlihat menyebalkan di matamu. Tahan sedikit kejengkelanmu. Beri mereka ruang untuk beradaptasi.

Suami, trimester keempat adalah kawah candradimuka tambahan bagi pasanganmu. Sempatkan untuk bertanya sejenak, bagaimana hari yang ia jalani.

Sungguh, tidak mudah hanya berkutat dengan diaper, kotoran bayi, dan proses menyusui selama seharian. Sebuah pertanyaan sederhana menunjukkan bahwa engkau peduli.

Trimester keempat laksana sekolah master. Butuh kerja ekstra keras, namun hasil dan proses tidak akan berbohong.

Bersabarlah satu hari lagi.

Bertekunlah hari demi hari.

Salam waras dan bahagia.

Baca Juga:

Melahirkan Secara Normal vs Operasi Caesar, Lebih Dari Perdebatan Soal Cara, Satu Hal Hakiki Inilah yang Terpenting

Ini Cara Efektif Menjawab Pertanyaan,” Kok Belum β€˜Isi’ Khan Sudah Lama Menikah?” dan 5 Cara Menikmati Penantian Kehadiran Anak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here