Poin yang diangkat film ini bukan saja memperlihatkan mengapa keterbukaan dari anak itu jarang dialami oleh banyak keluarga, tetapi juga memaparkan fakta bahwa penghalang terbesar itu datang dari pihak orangtua.

Ketika anak-anak mengatakan sesuatu yang terdengar tidak masuk akal, kita bukan saja mengatakan bahwa kita tidak percaya, tetapi kita segera menuduh mereka sebagai pembohong.

Ketika kita meminta pendapat mereka dan kemudian mereka berkata sejujurnya, (apalagi ketika itu dilakukan dihadapan teman-teman kita), kita segera mengoreksi mereka dan berkata bahwa apa yang mereka katakan itu tidak sopan.

Buat mereka, apa pun yang dikatakan itu bisa menjadi masalah bila hal itu bertentangan dengan apa yang ingin didengarkan oleh orangtua. 

Karena itu, kita jangan heran bila anak-anak kemudian mengembangkan kemampuan untuk mengerti apa yang ingin didengarkan oleh orangtua dan berusaha untuk menjawab sesuai dengan penafsiran itu. 

Ketika mereka melakukan itu, pujian dan afirmasi akan mereka dapatkan. Secara perlahan, berkata jujur akan berubah menjadi berkata aman. Asal bokap nyokap senang.

Siapakah yang mengajarkan mereka? Kita, para orangtua.

Dear para orangtua yang berjuang keras untuk menjadi ayah dan ibu yang terbaik, hari ini kita diingatkan kembali akan besarnya harga yang harus dibayar untuk sebuah komunikasi yang terbuka dan jujur. Hari ini kita belajar bahwa pada banyak keadaan, kitalah yang perlu membayar harga kejujuran itu. 

Maukah kita melakukannya?

Kita perlu kita belajar untuk tidak segera menentang perkataan-perkataan yang keluar dari mulut anak-anak kita. 

Kita perlu membayar harga dan memilih kebenaran di atas rasa sungkan kita.

Kita perlu juga menutup mulut untuk mendengarkan dan berusaha untuk mengerti mereka.

Iya, bahkan ketika mereka bercerita bahwa mereka baru saja melawan pasukan tentara berkuda api ketika kita sedang tidur.

Baca Juga:

Satu Hal yang Lebih Penting daripada Memberikan Pelbagai Fasilitas pada Anak

Bingung Memilih Sekolah Anak? Sebagai Guru, Saya Menyarankan Orangtua Mempertimbangkan 6 Hal Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here