2. Kehilangan Kepercayaan

Awalnya hubungan pacaran yang terjalin begitu asyik, menantang, dan menyenangkan. Namun, setelah terjadi hubungan yang kelewat batas itu, keasyikan dan kesenangan itu tergerus dengan krisis kepercayaan. Ada rasa was-was, takut ditinggal, takut hubungan tidak berlanjut.

Kemudian muncul pula pikiran-pikiran negatif:

“Pasti kamu juga melakukannya kan dengan cewek lain?”

“Kamu kok sekarang mulai dekat dengan cewek itu?”

Bahkan tak jarang, yang muncul justru rasa sebal dan benci di antara pasangan itu.

 

3. Kehilangan Keindahan Seksualitas dalam Pernikahan

Seksualitas dirancang Tuhan hanya untuk pernikahan. Ketika hal ini dilanggar, keindahan yang seharusnya dinikmati pasangan suami istri dalam kepolosan dan kemurnian yang mengasyikan itu menjadi rusak serta kehilangan makna.

Laki-laki dan perempuan yang seharusnya dapat saling memberikan yang terbaik untuk pasangannya, malah membawa ‘bagasi masa lalu’ dalam relasi seksual mereka. Bayangan ‘teman main’ di masa lalu, pembandingan, rasa bersalah, rasa malu, dan sebagainya, tidak bisa begitu saja dihapus dari dalam hati dan pikiran. Semua itu bisa muncul tanpa diminta.

 

Hai sesama teman perempuan,

Anda terlalu berharga untuk kehilangan semua ini.

 

Bagi para perempuan yang sedang berjuang menjaga kemurnian diri, perjuanganmu di saat ini memang amatlah berat. Namun bertahanlah, engkau ada di jalan yang benar, yang tidak akan pernah engkau sesali kelak.

Bagi para perempuan yang sudah terlanjur mengalami kehilangan-kehilangan ini, memang patut untuk disesali. Namun ini pun bukan akhir segalanya. Berhentilah. Masih ada jalan untuk memperbaiki.

Pengampunan dan pemulihan dari Tuhan akan sanggup merajut hidupmu kembali, sekalipun prosesnya pasti tidak instan. Karena engkau tetap berharga di mata-Nya dan engkau sangat dicintai-Nya.

Baca Juga

Eskalator Godaan Seksual: 6 Modus Pria yang Hanya Memacarimu untuk Seks. Jangan Mau Dimanfaatkan, Begini Cara Menolak Rayuan Pacar untuk Berhubungan Seks.

Ketika Pacar Mengajak Berhubungan Seks dan Kamu Ragu: Apakah Itu Cinta atau Sekadar Nafsu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here