2. Ingatlah  bahwa pasangan yang baru adalah orang asing bagi anak-anak

Jangan memaksa anak untuk menganggap bahwa istri kedua sama saja dengan mamanya yang terdahulu. Ingatlah bahwa istri baru tidak akan sama dalam memerlakukan anak kita seolah-olah ia adalah anak kandungnya sendiri.  Demikian pula suami kedua bukanlah ayah secara biologis dari anak-anak itu bukan? 

Masih ingat cerita klasik tentang ibu tiri? Alih-alih mendapatkan pasangan hidup baru, bisa-bisa kita justru akan menambah masalah di dalam keluarga kita. Memang tidak semua ibu tiri itu jahat, namun menurut pendapat saya, sebaik-baiknya ibu tiri, anak-anak tetap membutuhkan waktu untuk dekat dengannya bukan? Demikian juga untuk ayah tiri.  Kadang-kadang, karena pelbagai alasan, ibu atau ayah tiri dan bisa dekat dengan anak-anak yang dibawa pasangannya. 

Bapak penjual bakso menyadari bahwa ketika ia menikah lagi, dirinyalah yang senang, tetapi belum tentu anak-anaknya juga senang. Yang dinikahinya nanti adalah benar-benar orang baru yang belum tentu mampu beradaptasi dengan anak-anak, bahkan dengan dirinya sendiri.

 3. Sadarilah bahwa pernikahan kedua bisa lebih rumit daripada yang pertama

Sadarilah bahwa ini adalah pernikahan kedua ketika sudah ada anak-anak yang dibesarkan dan dididik bersama istri pertama dulu. Bahkan jika anak-anak telah menginjak dewasa, diperlukan pemikiran matang dari kita sebelum kita memutuskan untuk mengambil istri kedua. Misalnya yang perlu dipertimbangkan yaitu dengan menikah lagi otomatis waktu bersama anak menjadi berkurang, maka hal ini bisa saja membuat anak menjadi jauh dari orangtuanya.

Mendengarkan pendapat anak adalah jauh lebih bijak ketimbang sekadar menuruti nafsu kita belaka. Bapak penjual bakso tahu bahwa ketika menikah lagi, maka waktunya akan lebih banyak diberikan kepada istri barunya itu. Padahal, ia punya tanggung jawab terhadap anak-anaknya terkait kesempatan mereka untuk meraih masa depan. Inilah hal yang tentunya kita tidak mau jika terenggut dari anak-anak kita.

Menurut saya, orangtua yang baik adalah orangtua yang mampu mengutamakan kebutuhan anak-anaknya daripada keinginan sendiri.

Beberapa tahun setelah ditinggal istrinya, bapak penjual bakso yang saya ceritakan ini meninggal dunia karena penyakit jantung. Kini yang saya kenang tidak hanya rasa bakso dagangannya, tetapi tindakan dan sikap si bapak dalam menjalani kehidupannya bersama anak-anak tercintanya.

Baca Juga:

Apakah Duda Selalu Nakal dan Janda Selalu Menggoda? Inilah yang Saya Temukan!

Diselingkuhi dan Disakiti Berkali-kali, Perempuan Ini Melakukan Segalanya untuk Mempertahankan Pernikahan. Tak Disangka, Ternyata Ini Alasannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here